Amorim Debut di Serie A: Milan Rotasi Besar-besaran, Leao Absen
Baca dalam 60 detik
- Milan memulai musim dengan rotasi signifikan di laga tandang melawan Torino, menandai era baru di bawah Amorim.
- Sejumlah pemain kunci seperti Leao, Nkunku, dan Tomori tidak masuk skuat karena cedera atau isu transfer.
- Torino, di bawah pelatih anyar Abate, juga melakukan perubahan besar dengan menurunkan pemain baru di lini utama.

AC Milan mengawali petualangan mereka di Serie A musim ini dengan laga tandang yang sarat eksperimen. Pelatih anyar Ruben Amorim langsung memberikan kejutan dengan merombak susunan pemain saat menghadapi Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Jumat malam WIB. Sejumlah nama besar seperti Rafael Leao bahkan tidak dibawa, sementara beberapa pemain lain harus puas duduk di bangku cadangan.
Keputusan Amorim untuk menurunkan pemain-pemain seperti Goncalo Ramos, Mario Gila, dan Ruben Loftus-Cheek sejak menit awal menunjukkan keberaniannya untuk membangun tim baru. Namun, absennya Leao karena cedera menjadi sorotan, apalagi di tengah spekulasi transfer yang mengelilinginya. Selain Leao, pemain seperti Christopher Nkunku, Santiago Gimenez, Fikayo Tomori, dan Youssouf Fofana juga tidak masuk skuat karena dikabarkan akan dijual.
Di lini tengah, Amorim mempercayakan tempat kepada Yunus Musah dan Ardon Jashari, dengan Pervis Estupinan dan Samuel Chukwueze mengisi sektor sayap. Sementara itu, Alphadjo Cissรจ yang tampil impresif di pramusim mendapat kepercayaan mendampingi Goncalo Ramos di lini depan. Menariknya, Luka Modric yang baru bergabung justru diistirahatkan, dan Adrien Rabiot yang belum bermain sejak Piala Dunia hanya siap menjadi pengganti.
Di kubu tuan rumah, Torino juga tidak kalah berani. Pelatih baru Ignazio Abate, yang merupakan mantan pemain Milan, langsung menurunkan rekrutan anyar seperti Pietro Comuzzo dan Kian Fitz-Jim di susunan awal. Abate, yang baru saja memenangi laga Coppa Italia melawan Carrarese berkat penalti Giovanni Simeone, harus menghadapi masalah cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci seperti Duvan Zapata dan Pietro Pellegri. Kondisi lapangan Stadio Olimpico Grande Torino yang rusak juga menjadi perhatian, meski telah dilakukan perbaikan darurat atas perintah Lega Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa beradaptasi dengan perubahan pelatih dan strategi. Amorim, yang dikenal dengan pendekatan taktisnya yang modern, mencoba membangun Milan dengan fondasi baru. Sementara itu, Abate, yang memiliki pengalaman bermain di Italia, mencoba membawa Torino ke level yang lebih tinggi. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain muda seperti Cissรจ dan Comuzzo yang berkesempatan tampil di panggung Serie A.
Dengan banyaknya perubahan di kedua tim, laga ini diprediksi berjalan ketat. Milan yang masih dalam proses adaptasi akan diuji oleh Torino yang bermain di kandang sendiri. Pertanyaannya, apakah rotasi besar-besaran Amorim akan langsung membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang? Kita tunggu saja bagaimana jalannya pertandingan.



