Milei Ambil Alih Kemudi: Argentina Siap Kembali ke Peta Formula 1 Setelah 26 Tahun?
Baca dalam 60 detik
- Presiden Javier Milei secara pribadi akan melobi FIA dalam Kongres Amerika untuk menghidupkan kembali Grand Prix Argentina.
- Sirkuit Oscar Galvez di Buenos Aires sedang direnovasi besar-besaran untuk memenuhi standar Grade 1, dengan MotoGP sudah dikonfirmasi hadir pada 2027.
- Jika berhasil, Argentina akan menjadi tuan rumah F1 lagi setelah absen sejak 1998, membuka peluang bagi Indonesia untuk mendorong sirkuit Mandalika naik kelas.

Presiden Argentina, Javier Milei, mengambil peran langsung dalam upaya membawa kembali Formula 1 ke negaranya setelah absen selama lebih dari seperempat abad. Dalam wawancara radio akhir pekan lalu, Milei menyatakan komitmennya untuk melobi Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan berencana hadir dalam Kongres FIA Amerika yang akan digelar di Buenos Aires pada 31 Agustus hingga 2 September mendatang. Langkah ini menandai ambisi politik dan ekonomi yang lebih luas untuk mengembalikan Argentina ke panggung olahraga motor global.
Kongres FIA Amerika, yang akan diselenggarakan oleh Automovil Club Argentino, menjadi ajang pertama yang dihadiri Argentina dalam hampir tiga dekade. Milei menegaskan, "Kami akan bekerja untuk mengembalikan Formula 1 ke Argentina. Saya juga akan bertemu dengan orang-orang dari FIA." Kehadiran langsung kepala negara dalam kongres semacam itu jarang terjadi, menunjukkan bahwa ini bukan sekadar wacana kosong, melainkan prioritas politik yang serius.
Momentum memang sedang dibangun. Sejak awal tahun, Sirkuit Oscar dan Juan Galvez di Buenos Aires telah menjalani renovasi besar-besaran untuk mencapai status Grade 1 FIA, lisensi tertinggi yang memungkinkan sirkuit menggelar balapan F1. Sirkuit bersejarah ini juga telah mengonfirmasi akan menjadi tuan rumah MotoGP pada 2027, dan percepatan renovasi dilakukan untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat. Jika berhasil, Argentina akan bergabung dengan daftar pendek negara Amerika Latin yang menjadi tuan rumah F1, setelah Meksiko dan Brasil.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki resonansi yang kuat. Sirkuit Mandalika di Lombok telah menjadi tuan rumah MotoGP sejak 2022, tetapi belum pernah menggelar F1 karena belum memiliki lisensi Grade 1. Upaya Argentina menunjukkan bahwa dengan kemauan politik dan investasi, sebuah negara dapat mengejar standar tertinggi FIA. Pemerintah Indonesia, yang tengah gencar mempromosikan pariwisata dan investasi melalui Mandalika, dapat mengambil pelajaran dari langkah Milei yang proaktif dalam melobi langsung pimpinan FIA.
Para analis menilai bahwa kembalinya F1 ke Argentina akan menjadi kemenangan besar bagi citra internasional negara tersebut, yang sedang berjuang keluar dari krisis ekonomi. Balapan F1 tidak hanya mendatangkan pendapatan pariwisata, tetapi juga menarik perhatian investor global. Namun, tantangan finansial dan logistik tetap besar. Biaya penyelenggaraan F1 bisa mencapai ratusan juta dolar, dan Argentina harus bersaing dengan negara-negara lain yang juga mengincar slot kalender F1 yang padat.
Milei, yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tidak konvensional, tampaknya ingin menjadikan F1 sebagai simbol kebangkitan Argentina. Dengan menghadiri kongres FIA secara langsung, ia mengirimkan sinyal bahwa Argentina serius dan siap berinvestasi. Pertanyaannya, apakah FIA dan Liberty Media, pemegang hak komersial F1, akan memberikan tempat bagi Argentina di tengah kalender yang sudah padat? Atau akankah upaya ini hanya menjadi manuver politik untuk meningkatkan popularitas di dalam negeri? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Argentina tidak lagi hanya menjadi penonton di dunia balap jet darat.



