Ubiquiti Tantang Amazon Eero: WiFi 7 Mesh Tanpa Langganan, Harga Separuh
Baca dalam 60 detik
- Ubiquiti merilis UniFi Express 7, sistem mesh WiFi 7 yang diklaim mampu mencapai kecepatan multi-gigabit dan dijual mulai $219 per unit.
- Berbeda dari eero, Ubiquiti tidak membebankan biaya berlangganan untuk fitur keamanan atau manajemen jaringan, sehingga total biaya kepemilikan lebih rendah.
- Peluncuran ini menandai langkah agresif Ubiquiti masuk ke pasar konsumen rumahan, meski masih menyisakan tantangan adopsi di pasar Indonesia yang didominasi perangkat mid-range.

Ubiquiti resmi meluncurkan jajaran produk UniFi Whole-Home WiFi 7 yang secara langsung menantang dominasi Amazon eero di segmen jaringan mesh rumahan. Sistem ini menawarkan kecepatan multi-gigabit nirkabel dengan harga yang diklaim separuh dari eero Max 7, serta tanpa biaya langganan bulanan. Langkah ini menandai pergeseran strategi Ubiquiti yang selama ini lebih dikenal sebagai pemasok perangkat jaringan untuk perusahaan dan kalangan prosumer.
Produk yang diumumkan pada ajang CEDIA September lalu ini terdiri dari modul UniFi Express 7 yang dapat dibeli dalam paket satu, dua, atau tiga unit. Setiap modul mendukung puluhan koneksi nirkabel simultan dan mengadopsi teknologi Multi-Link Operation (MLO) yang menggabungkan beberapa pita spektrum frekuensi untuk meningkatkan throughput dan stabilitas. Dengan pendekatan ini, Ubiquiti menjanjikan pengalaman plug-and-play bagi pengguna non-teknis, sesuatu yang jarang ditemui pada lini produk UniFi sebelumnya.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran perangkat ini berpotensi mengubah lanskap kompetisi di segmen WiFi mesh premium. Selama ini, konsumen Tanah Air yang menginginkan jaringan rumah cepat dan andal sering kali terjebak pada pilihan terbatas: perangkat dari merek global dengan biaya langganan, atau rakitan sendiri yang merepotkan. Ubiquiti menawarkan jalan tengah, meski harga jualnya masih tergolong tinggi untuk ukuran rata-rata pengeluaran rumah tangga di Indonesia. Dengan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, satu unit Express 7 setara Rp3,5 juta, sementara paket tiga unit menembus Rp9,8 juta.
Ubiquiti selama ini lebih dikenal di kalangan enterprise melalui access point UniFi berbentuk cakram putih yang banyak terpasang di kantor, hotel, dan kampus. Perusahaan ini memang bukan pemain baru di segmen WiFi rumahan; mereka pernah merilis lini AmpliFi. Namun, peluncuran Whole-Home WiFi 7 di bawah bendera UniFi menjadi sinyal bahwa Ubiquiti serius menyasar pengguna rumahan yang tidak ingin direpotkan konfigurasi teknis, tanpa harus mengorbankan fleksibilitas bagi mereka yang ingin menyelami pengaturan lanjutan.
Daya tarik utama sistem ini terletak pada ekosistem perangkat yang luas. Pengguna dapat menambahkan switch untuk memperbanyak port LAN, modul cadangan 5G, sistem kamera keamanan, hingga mengakses jaringan dari luar rumah. Bahkan, ada opsi menambahkan Dream Router 7 sebagai router utama untuk mendapatkan port PoE, penyimpanan internal, dan antena WiFi yang lebih baik. Semua opsi ini tersedia tanpa memaksa pengguna membayar langganan tambahan, sebuah pendekatan yang kontras dengan model bisnis Amazon eero yang kerap mengunci fitur di balik layanan berbayar.
"Kami ingin memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menentukan sendiri seberapa dalam mereka ingin mengelola jaringan, tanpa harus membayar ekstra," ujar seorang perwakilan Ubiquiti dalam pengarahan media, seperti dikutip dari sumber.
Dari sisi pengalaman pengguna, proses instalasi tergolong sederhana. Pengguna cukup menghubungkan salah satu unit ke kabel internet, mengunduh aplikasi UniFi, dan mengikuti panduan. Layar LCD di bagian depan perangkat membantu menunjukkan kualitas sinyal saat node tambahan dipasang. Fitur WiFi Doctor di aplikasi akan melakukan pengecekan dan optimasi otomatis, menghilangkan kebutuhan akan tinkering manual yang biasanya dilakukan para penggemar jaringan. Setelah pengaturan awal, sistem diklaim dapat menyesuaikan diri secara mandiri, bahkan meningkatkan performa setelah beberapa jam pemakaian.
Meski demikian, tidak semua mulus. Seorang pengulas yang telah mencoba sistem ini mengeluhkan inkonsistensi pengaturan untuk menonaktifkan LED dan layar LCD. Opsi tersebut tersebar di berbagai bagian aplikasi atau antarmuka web, tergantung apakah pengguna mengakses router utama atau satelit. Keluhan ini menunjukkan bahwa Ubiquiti masih perlu membenahi aspek pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang menginginkan kontrol terpusat.
Secara performa, jaringan yang dihasilkan Express 7 disebut mampu menangani lebih dari 70 klien simultan tanpa penurunan kecepatan yang berarti. Cakupan sinyal sesuai klaim, dan sistem ini dinilai sebagai pencapaian terdekat Ubiquiti dalam mewujudkan WiFi rumah yang benar-benar plug-and-play, cepat, dan terjangkau. Dengan harga yang lebih kompetitif dari eero Max 7, Ubiquiti berpotensi menarik konsumen yang selama ini ragu beralih ke ekosistem Amazon karena kekhawatiran privasi atau biaya berlangganan.
Pertanyaannya, apakah Ubiquiti mampu meyakinkan pasar global, termasuk Indonesia, bahwa mereka bisa menjadi pemain arus utama di segmen rumahan? Tantangan terbesarnya bukan hanya harga, melainkan juga edukasi pasar dan ketersediaan dukungan purna jual di wilayah yang belum terjangkau jaringan distribusinya. Jika berhasil, lanskap pasar WiFi mesh premium bisa berubah, dan konsumen akan diuntungkan oleh kompetisi yang lebih sehat.



