Peringkat Pelatih NBA 2026-27: Carlisle Puncaki Daftar, Mazzulla dan Daigneault di Bawahnya
Baca dalam 60 detik
- Rick Carlisle dinobatkan sebagai pelatih terbaik NBA 2026-27 berkat fleksibilitas taktis dan rekor playoff yang konsisten.
- Erik Spoelstra dan Steve Kerr menjadi satu-satunya pelatih yang masih bertahan sejak dekade lalu, sementara delapan pelatih lain telah empat musim penuh di posisinya.
- Tingkat pergantian pelatih yang tinggi membuat setiap juru taktik berada di bawah tekanan, dengan kesuksesan playoff menjadi tolok ukur utama.

Rick Carlisle menempati posisi teratas dalam peringkat pelatih NBA menjelang musim 2026-27 versi CBS Sports, mengungguli Mark Daigneault dan Joe Mazzulla. Penilaian ini menempatkan kemampuan adaptasi taktis dan pencapaian di babak playoff sebagai kriteria utama, bukan sekadar rekor musim reguler.
Carlisle, yang kini menangani Indiana Pacers, dianggap sebagai pelatih playoff terbaik di liga saat ini. Ia dikenal mampu mengubah strategi sesuai komposisi pemain, mulai dari membangun serangan dominan bersama Luka Dončić hingga mengorkestrasi mesin passing cepat Tyrese Haliburton. Kemampuannya meramu skema bertahan dengan personel terbatas, seperti saat membawa Dallas Mavericks sebagai unggulan kedelapan menantang San Antonio Spurs pada 2014, menjadi bukti fleksibilitasnya.
Di posisi kedua, Mark Daigneault dari Oklahoma City Thunder mendapat pengakuan luas. Para pemain NBA bahkan memilihnya sebagai pelatih terbaik pada 2025 dalam jajak pendapat tahunan The Athletic. Budaya kompetitif yang ia bangun di Oklahoma City dianggap sebagai fondasi kesuksesan tim, terbukti dari performa solid Thunder meski tanpa Shai Gilgeous-Alexander. Namun, keputusan strategisnya di babak playoff, seperti pendekatan foul up-three yang merugikan tim di Game 1 melawan Denver Nuggets, menjadi catatan tersendiri.
Joe Mazzulla, pelatih Boston Celtics, melengkapi tiga besar. Ia diakui sebagai pelatih musim reguler terbaik, dengan filosofi permainan yang menekankan volume tembakan tiga angka, minim turnover, dan agresivitas di rebound ofensif. Prestasi membawa Celtics meraih 56 kemenangan tanpa Jayson Tatum dan setengah rotasi tim juara menjadi puncak pencapaiannya. Meski demikian, kegagalan di playoff dalam tiga musim terakhir—termasuk kekalahan dari unggulan kedelapan dan kehilangan keunggulan 3-1—menjadi noda yang menghalangi posisi teratas.
"Dia adalah pelatih playoff terbaik. Tidak ada yang lebih baik dalam merancang strategi di babak playoff," tulis analis CBS Sports, menggambarkan Carlisle.
Peringkat ini juga menyoroti tekanan besar yang dihadapi para pelatih. Dengan hanya delapan pelatih yang bertahan lebih dari empat musim, kursi kepelatihan menjadi salah satu posisi paling tidak stabil di NBA. Pelatih sering dijadikan kambing hitam ketika tim gagal, meski kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh kualitas pemain. Beberapa nama seperti Nick Nurse (Philadelphia 76ers) dan Ime Udoka (Houston Rockets) berada di posisi menengah karena kelemahan di playoff dan ketergantungan pada pemain inti.
Sementara itu, pelatih pendatang baru seperti Jamahl Mosley (New Orleans Pelicans) dan Jordi Fernández (Brooklyn Nets) menempati peringkat bawah. Mosley dikritik karena kegagalan menyesuaikan strategi, sementara Fernández menunjukkan janji dengan pertahanan agresif meski roster terbatas. Di sisi lain, pelatih seperti Taylor Jenkins (Milwaukee Bucks) dan Kenny Atkinson (Cleveland Cavaliers) diakui mampu melampaui ekspektasi musim reguler, tetapi belum membuktikan diri di panggung playoff.
Bagi penggemar NBA di Indonesia, peringkat ini menjadi cerminan betapa krusialnya peran pelatih dalam mengangkat performa tim. Meski tidak ada pelatih asal Indonesia di liga, dinamika kepelatihan di NBA sering menjadi rujukan bagi pengembangan basket nasional, terutama dalam hal adaptasi taktik dan manajemen roster. Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Carlisle dapat mempertahankan posisinya, atau akankah Daigneault dan Mazzulla membalikkan hierarki dengan kesuksesan playoff yang lebih meyakinkan?



