Gerry Cardinale Coba Redam Amarah Fans Milan: 'Ayo Menang Minggu Ini'
Baca dalam 60 detik
- Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, secara langsung menyapa pendukung di Milanello, sebuah langkah untuk memperbaiki hubungan yang tegang.
- Langkah ini muncul setelah protes keras suporter dan keputusan kontroversial memecat sejumlah pejabat klub pada Mei lalu.
- Ke depannya, keberhasilan tim di lapangan akan menjadi ujian utama apakah dukungan fans dapat kembali pulih.

Di tengah ketegangan yang masih menyelimuti hubungan antara manajemen dan pendukung, pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, mengambil langkah simbolis dengan menyapa langsung para fans di pusat latihan Milanello. Aksi yang terekam dalam video dan tersebar luas di media sosial itu menjadi sinyal upaya peredaman suasana menjelang laga perdana Serie A akhir pekan ini.
Cardinale, yang melalui perusahaannya RedBird mengambil alih mayoritas saham klub dari Elliott Management pada Agustus 2022, memang kerap menuai kritik. Kebijakannya yang dianggap kurang berpihak pada tradisi klub membuat sebagian suporter kecewa, bahkan memuncak dalam aksi protes di depan acara makan malam Natal klub. Ketegangan semakin menjadi setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions musim lalu.
Alih-alih berdiam diri, Cardinale justru mengambil langkah drastis pada Mei lalu. Sehari setelah kegagalan tersebut, ia memberhentikan pelatih Max Allegri, direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknis Geoffrey Moncada dalam satu waktu. Keputusan ini dinilai sebagai upaya untuk mengambil kendali penuh atas arah klub, sekaligus menjawab tuntutan perubahan dari para pendukung.
Sejak saat itu, Cardinale menunjukkan gaya manajemen yang lebih langsung. Ia kerap terlihat hadir di Milanello, bahkan menggunakan helikopter untuk memantau latihanโgaya yang mengingatkan pada era kejayaan Silvio Berlusconi. Namun, pada kesempatan terbaru, ia memilih turun ke jalan, menghentikan mobilnya di gerbang Milanello untuk menyapa, menandatangani tanda tangan, dan berfoto bersama para fans yang menunggu.
"Let's win Sunday," ujarnya singkat, merujuk pada laga pembuka Serie A melawan Torino akhir pekan ini. Pesan singkat itu diharapkan mampu meredakan sebagian kekecewaan, meski hubungan dengan kelompok ultras masih memanas. Sebelumnya, sejumlah ultras sempat mencemooh dan menghina Cardinale saat ia menghadiri pemakaman legenda klub, Franco Baresi.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Cardinale ini merupakan bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas. Setelah gejolak internal, ia mencoba membangun citra sebagai pemilik yang dekat dengan tim dan suporter. Namun, sebagian analis menilai bahwa pendekatan ini hanya akan efektif jika diiringi hasil positif di lapangan. Kemenangan atas Torino akan menjadi modal berharga untuk meredakan kritik.
Di Indonesia, fenomena ini menarik untuk disimak mengingat basis penggemar Milan yang cukup besar. Banyak suporter Tanah Air yang mengikuti perkembangan klub melalui media sosial dan berharap stabilitas manajemen dapat membawa prestasi. Keputusan Cardinale untuk lebih dekat dengan fans bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya hubungan emosional antara pemilik klub dan pendukungnya, sebuah aspek yang sering kali menentukan kesuksesan jangka panjang sebuah tim.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah langkah-langkah Cardinale mampu mengembalikan kepercayaan penuh para ultras. Atau justru sebaliknya, semakin memperlebar jarak jika hasil di lapangan tidak sesuai harapan? Laga melawan Torino akan menjadi jawaban awal, namun perjalanan panjang masih menanti di musim yang penuh tantangan ini.



