Bournemouth Siap Menampung Di Gregorio, Juventus Lakukan Perombakan Total Kiper
Baca dalam 60 detik
- Juventus dikabarkan sepakat melepas Michele Di Gregorio ke Bournemouth dengan skema pinjaman plus opsi pembelian, menyusul penurunan performa kiper asal Italia itu.
- Langkah ini bagian dari perombakan besar-besaran lini penjaga gawang Bianconeri, yang juga akan melepas Mattia Perin ke Palermo dan mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham.
- Kepindahan Di Gregorio ke Premier League membuka peluang bagi klub-klub Eropa lainnya, sekaligus menjadi sinyal perubahan strategi Juventus di bawah asuhan pelatih anyar.

Juventus tengah berada dalam fase transisi besar di lini pertahanan terdalam. Setelah mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur dengan skema pinjaman plus opsi pembelian, klub asal Turin itu kini bersiap melepas dua kiper utamanya sekaligus: Mattia Perin dan Michele Di Gregorio. Langkah ini menegaskan ambisi manajemen untuk merombak total sektor penjaga gawang demi membangun fondasi yang lebih solid untuk musim-musim mendatang.
Menurut laporan yang beredar, negosiasi penjualan Perin ke Palermo telah mencapai tahap lanjut. Klub Serie B itu disebut-sebut sepakat membayar sekitar โฌ3 juta, setelah Juventus bersedia menurunkan permintaan awal berkat mediasi agen Alessandro Lucci. Sementara itu, Di Gregorio justru diarahkan menuju Premier League. Jurnalis transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, mengonfirmasi bahwa Bournemouth menjadi tujuan paling mungkin bagi kiper berusia 29 tahun tersebut.
Kesepakatan antara Bournemouth dan Juventus dikabarkan berbentuk pinjaman dengan opsi pembelian permanen pada akhir musim. Bagi Di Gregorio, kepindahan ini menjadi peluang untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler setelah musim lalu ia kehilangan posisi utama di Allianz Stadium. Serangkaian blunder yang dilakukannya membuat kepercayaan pelatih terhadapnya menurun drastis, sehingga ia harus rela turun ke bangku cadangan.
Ketertarikan terhadap Di Gregorio sebenarnya datang dari banyak klub, seperti Lazio, Olympique Marseille, Torino, Valencia, dan Besiktas. Namun, yang paling santer adalah rencana kembali ke mantan klubnya, Monza. Meski demikian, Bournemouth dinilai paling serius dan berhasil meyakinkan baik pemain maupun manajemen Juventus untuk menyetujui transfer ini. Kontrak Di Gregorio di Turin sendiri masih berlaku hingga Juni 2029, setelah Juventus menggelontorkan dana sebesar โฌ18,8 juta plus bonus untuk menebusnya dari Monza pada 2024.
Perombakan besar-besaran ini tidak terlepas dari kebutuhan Juventus untuk membangun kembali kepercayaan diri di lini belakang. Kehadiran Vicario, yang tampil impresif di Tottenham, diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang. Sementara itu, keputusan melepas Di Gregorio dan Perin menunjukkan bahwa klub tidak ingin mempertahankan pemain yang dianggap tidak lagi sejalan dengan visi teknis pelatih. Bagi Bournemouth, langkah ini merupakan investasi cerdas untuk memperkuat sektor kiper mereka yang musim lalu tampil kurang konsisten.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Di Gregorio ke Premier League menjadi sorotan menarik karena kompetisi Inggris selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton Tanah Air. Banyak penggemar yang mengikuti perkembangan klub-klub papan atas Inggris, dan kehadiran pemain Italia di Bournemouth bisa menambah warna persaingan di papan tengah klasemen. Selain itu, langkah Juventus ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen karier pemain dan keberanian klub untuk mengambil keputusan besar demi masa depan.
Dengan selesainya negosiasi ini, Juventus dipastikan akan memiliki lini kiper yang benar-benar baru musim depan. Pertanyaannya, apakah Vicario mampu langsung tampil gemilang dan memenuhi ekspektasi tinggi para tifosi? Atau justru keputusan melepas Di Gregorio akan menjadi bumerang jika kiper asal Italia itu sukses besar di Inggris? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun yang jelas, langkah berani ini menunjukkan bahwa Juventus tidak setengah-setengah dalam membangun skuad impian mereka.



