Aston Villa Siapkan Dana Rp4,2 Triliun untuk Rekrut Harwood-Bellis dan Jackson
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa menganggarkan belanja hingga £238 juta (sekitar Rp4,8 triliun) musim panas ini setelah kehilangan sejumlah pemain kunci.
- Klub asal Birmingham itu unggul dalam perburuan bek Taylor Harwood-Bellis dan striker Nicolas Jackson untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Ezri Konsa dan Ollie Watkins.
- Kedatangan kedua pemain itu dinilai krusial untuk menjaga daya saing Villa di Premier League dan Eropa, sekaligus menjadi ujian bagi strategi belanja pemilik NSWE.

Aston Villa memasuki pekan-pekan terakhir bursa transfer dengan agresivitas luar biasa. Setelah kehilangan sejumlah pilar utama, klub Midlands itu dikabarkan telah mendapat lampu hijau dari pemiliknya, NSWE, untuk menggelontorkan dana hingga £238 juta atau sekitar Rp4,8 triliun demi mendatangkan bek Taylor Harwood-Bellis dan penyerang Nicolas Jackson.
Musim panas ini menjadi periode pergantian besar-besaran di Villa Park. Hampir separuh starting eleven yang membawa Villa menjuarai Liga Europa musim lalu telah hengkang. Morgan Rogers menjadi rekor penjualan termahal Inggris setelah dilepas ke Chelsea dengan nilai £117 juta, disusul Youri Tielemans yang pindah ke Manchester United melalui klausul rilis £35 juta. Ezri Konsa dikabarkan menyusul ke Arsenal dengan nilai lebih dari £50 juta, sementara Lucas Digne kembali ke Paris Saint-Germain dan kiper Emi Martinez masih berpeluang pergi.
Di tengah derasnya arus keluar, Villa justru mendapat berkah finansial. Uang hasil penjualan itu memberi ruang gerak bagi manajer Unai Emery untuk membangun ulang skuad. Namun, risiko terbesar kini datang dari ancaman hengkangnya Ollie Watkins. Klub Arab Saudi, Al-Hilal, telah beberapa kali mengajukan tawaran, terakhir senilai £45 juta, dan dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan sang striker. Jika Watkins pergi, Villa akan kehilangan dua mesin gol utama mereka dalam satu musim.
Menghadapi situasi genting itu, manajemen Villa bergerak cepat. Untuk menggantikan Konsa, mereka mengincar Harwood-Bellis dari Southampton. Tawaran awal £18 juta ditolak, namun Villa disebut tetap berada di posisi terdepan dan siap membayar £25 juta sesuai permintaan klub pemilik bek muda tersebut. Sementara itu, untuk lini depan, Villa dikabarkan akan melancarkan serangan untuk mendapatkan Nicolas Jackson dari Chelsea. The Telegraph melaporkan bahwa Chelsea membanderol Jackson dengan harga £65 juta, dan Villa dianggap sebagai peminat paling serius dibandingkan Atletico Madrid yang hanya ingin meminjam.
Kedekatan Jackson dengan Emery menjadi nilai tambah. Keduanya pernah bekerja sama di Villarreal, dan pemain asal Senegal itu dikabarkan ingin hengkang sebelum bursa tutup. Jika kedua transfer ini berhasil, total belanja Villa musim panas ini akan mencapai £238 juta, sebuah angka yang mencerminkan ambisi besar NSWE untuk tetap kompetitif di papan atas Premier League dan Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah agresif Villa ini menarik untuk dicermati. Di tengah dominasi klub-klub kaya seperti Manchester City dan Chelsea, strategi belanja berbasis penjualan pemain menjadi model yang relevan bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang tengah berupaya membangun tim kompetitif tanpa mengandalkan suntikan dana tanpa batas. Keberanian Villa melepas pemain bintang demi stabilitas finansial jangka panjang bisa menjadi pelajaran berharga.
Namun, keputusan ini juga sarat risiko. Membangun kembali skuad dengan pemain baru membutuhkan waktu adaptasi, dan tekanan untuk langsung tampil apik di Premier League sangat besar. Kegagalan Harwood-Bellis atau Jackson beradaptasi bisa membuat Villa terpuruk di klasemen. Pertanyaannya, akankah strategi berani ini membawa Villa ke level berikutnya, atau justru menjadi bumerang di tengah ketatnya persaingan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian terbesar bagi Emery dan para pengambil keputusan di Villa Park.



