Partey Resmi Gabung Al-Shabab di Tengah Badai Hukum: Karier di Persimpangan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang asal Ghana, Thomas Partey, resmi memperkuat Al-Shabab di Liga Pro Saudi setelah kontraknya di Villarreal berakhir.
- Kepindahan ini terjadi saat Partey menghadapi tuntutan pidana di Inggris, yang sempat menghalanginya masuk Kanada pada Piala Dunia lalu.
- Al-Shabab, yang musim lalu finis ke-13, berharap pengalaman Partey di Arsenal bisa mengangkat performa tim di kompetisi domestik.

Gelandang tim nasional Ghana, Thomas Partey, resmi menandatangani kontrak dengan Al-Shabab, klub kasta tertinggi Liga Arab Saudi. Kepastian ini diumumkan langsung oleh manajemen klub pada pekan ini, menandai babak baru karier pemain berusia 33 tahun yang sebelumnya memperkuat Villarreal. Namun, di balik kegembiraan transfer ini, bayang-bayang persoalan hukum yang membelit Partey di Inggris masih menggantung.
Partey, yang pernah menjadi andalan Arsenal sejak 2020 hingga 2025 dengan 167 penampilan, memutuskan hengkang setelah kontraknya di Villarreal tidak diperpanjang. Kepindahannya ke Timur Tengah menjadi pilihan logis di usia yang tidak muda lagi, tetapi juga memicu pertanyaan besar: apakah Al-Shabab benar-benar mendapatkan pemain yang fokus penuh, atau justru mengundang kontroversi?
Seperti diketahui, Partey dijadwalkan menjalani persidangan tahun depan setelah mengaku tidak bersalah atas tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual. Tuduhan tersebut diajukan oleh empat perempuan berbeda dengan rentang waktu kejadian 2020 hingga 2022. Kasus ini sempat membuatnya ditolak masuk Kanada saat Piala Dunia lalu, ketika Ghana akan menghadapi Panama di laga pembuka. Saat itu, Partey dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena proses hukum yang sedang berjalan di Inggris, dan ia sempat memberikan keterangan keliru bahwa dirinya tidak pernah ditangkap atau didakwa.
Di sisi lain, Al-Shabab bukanlah klub papan atas di Saudi. Musim lalu mereka finis di peringkat 13 dan kalah di laga perdana musim ini. Dengan skuad yang dihuni mantan kapten Burnley, Josh Brownhill, serta eks winger Wolves, Daniel Podence, kehadiran Partey diharapkan mampu menambah kualitas lini tengah. Namun, manajemen klub tampaknya lebih fokus pada kemampuan teknis pemain daripada catatan hukumnya.
Bagi pengamat sepak bola, keputusan Al-Shabab merekrut pemain yang sedang berstatus tersangka merupakan langkah berisiko. Namun, dalam konteks kompetisi yang semakin bergengsi di Arab Saudi, klub-klub di sana memang kerap mengabaikan isu di luar lapangan demi mendatangkan nama besar. Fenomena ini juga terlihat di liga-liga lain, termasuk di Indonesia, di mana beberapa klub sempat dikaitkan dengan pemain yang bermasalah hukum, meski akhirnya batal karena sorotan publik.
Di Indonesia, kasus Partey menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak lepas dari hukum. Federasi dan klub di Tanah Air biasanya lebih selektif, terutama setelah kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpa atlet lokal. Regulasi yang ketat dan tekanan sosial membuat klub-klub Indonesia cenderung menghindari pemain dengan catatan kriminal, meski tidak ada aturan tertulis yang melarang.
Partey sendiri tetap membela Ghana di Piala Dunia lalu, tampil di tiga pertandingan setelah insiden penolakan masuk Kanada. Timnya akhirnya tersingkir di babak 32 besar oleh Kolombia. Kini, dengan status barunya di Al-Shabab, ia berharap bisa kembali fokus bermain. Namun, persidangan yang akan datang bisa menjadi gangguan besar, baik secara mental maupun reputasi.
โKami menyambut Thomas dengan tangan terbuka. Pengalamannya di level tertinggi akan sangat berharga bagi tim,โ ujar juru bicara Al-Shabab dalam pernyataan resmi yang dikutip media setempat.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana Al-Shabab akan mengelola situasi jika Partey dinyatakan bersalah. Apakah klub akan mempertahankannya atau memutus kontrak? Di sisi lain, apakah Partey bisa menjaga performanya di tengah tekanan hukum? Keputusan Al-Shabab ini jelas berani, tetapi juga bisa menjadi bumerang jika kasusnya berlarut-larut. Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, akan terus memantau perkembangan kasus ini, karena dampaknya tidak hanya pada karier Partey, tetapi juga pada citra klub dan liga Saudi secara keseluruhan.



