Villa Gagal Bujuk Southampton: Tawaran Rp340 Miliar untuk Bek Muda Ditolak
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mengajukan tawaran senilai 18 juta poundsterling plus bonus untuk Taylor Harwood-Bellis, tetapi Southampton menolaknya dan mematok harga 25 juta poundsterling.
- Kepergian Ezri Konsa ke Arsenal memaksa Villa berburu bek baru di tengah musim transisi yang sibuk, dengan sejumlah pemain kunci hengkang.
- Harwood-Bellis, produk akademi Manchester City, menjadi incaran karena potensi dan usia mudanya, meski baru satu caps bersama timnas Inggris.

Aston Villa harus gigit jari setelah tawaran perdana mereka untuk bek Taylor Harwood-Bellis ditolak mentah-mentah oleh Southampton. Klub asal Birmingham itu mengajukan paket senilai 18 juta poundsterling plus bonus, tetapi Southampton bersikukuh membanderol pemain berusia 24 tahun itu dengan harga 25 juta poundsterling.
Penolakan ini bukan sekadar negosiasi biasa. Villa tengah berada dalam situasi darurat di lini pertahanan setelah Ezri Konsa, bek andalan timnas Inggris, dikabarkan akan bergabung dengan Arsenal dengan nilai transfer lebih dari 50 juta poundsterling. Kepergian Konsa menjadi pukulan telak bagi pertahanan Villa yang musim lalu tampil solid di pentas Eropa.
Harwood-Bellis bukan nama asing di sepak bola Inggris. Ia mengawali karier di akademi Manchester City, meski tak pernah menembus tim utama. Sejak 2023, ia memperkuat Southampton, awalnya dengan status pinjaman sebelum dikontrak permanen. Satu-satunya caps bersama timnas Inggris ia raih saat melawan Republik Irlandia di Nations League 2024.
Southampton sendiri punya alasan kuat untuk tidak melepas pemainnya dengan harga murah. Musim lalu, mereka finis di peringkat keempat Championship, tetapi gagal melaju ke babak play-off setelah tersandung skandal 'Spygate'. Meski demikian, klub asal pesisir selatan Inggris itu menilai Harwood-Bellis sebagai aset berharga yang bisa menjadi fondasi lini belakang mereka di masa depan.
Di sisi lain, Villa sedang dalam mode 'jual-beli' yang agresif. Setelah menjuarai Liga Europa pada Mei lalu, mereka melepas sejumlah pilar seperti Youri Tielemans ke Manchester United, Morgan Rogers ke Chelsea, dan Lucas Digne ke Paris Saint-Germain. Kiper Emi Martinez dan pencetak gol terbanyak klub, Ollie Watkins, juga santer dikaitkan dengan kepindahan.
Untuk mengisi lubang yang ditinggalkan para pemain tersebut, Villa bergerak cepat. Pekan ini mereka resmi mengontrak kiper Zion Suzuki dan bek kiri Matteo Ruggeri. Sebelumnya, gelandang Joao Gomes dari Wolves dan penyerang Johan Manzambi dari Freiburg juga sudah direkrut. Namun, kebutuhan akan bek tengah tetap menjadi prioritas utama.
Bagi pengamat sepak bola, kegigihan Southampton mempertahankan Harwood-Bellis menunjukkan pergeseran strategi klub-klub di luar enam besar Inggris. Mereka tak lagi mudah tergiur tawaran finansial, melainkan lebih memilih membangun skuad jangka panjang. Ini juga menjadi sinyal bahwa nilai pemain muda Inggris terus meroket, seiring dengan kebijakan homegrown yang semakin ketat.
Di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi memiliki relevansi tersendiri. Banyak penggemar yang mengikuti perkembangan Liga Inggris, dan transfer seperti ini sering menjadi bahan diskusi hangat di media sosial. Selain itu, kebijakan naturalisasi pemain keturunan yang digencarkan PSSI juga kerap memunculkan nama-nama pemain diaspora, termasuk mereka yang berkarier di liga-liga Eropa seperti Harwood-Bellis.
Dengan tenggat waktu bursa transfer yang semakin dekat, Villa harus segera memutuskan langkah. Apakah mereka akan menaikkan tawaran sesuai permintaan Southampton, atau beralih ke target lain? Sementara itu, Southampton tampak tenang, percaya diri bahwa nilai jual pemainnya akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu.
Pertanyaannya kini, mampukah Villa mempertahankan daya saing di Premier League dan Eropa setelah kehilangan banyak pemain kunci? Atau justru musim ini menjadi musim transisi yang berat bagi mereka? Kita tunggu saja bagaimana manuver terakhir kedua klub di bursa transfer musim panas ini.



