Demon's Souls Remake Kini Bisa Ditamatkan di PC, Emulator PS5 Cetak Rekor Baru
Baca dalam 60 detik
- Emulator KytyPS5 berhasil menjalankan Demon's Souls Remake dari awal hingga akhir, menandai kali pertama game eksklusif PS5 tamat di PC.
- Pencapaian ini hanya mungkin di perangkat berdaya tinggi seperti RTX 5090, dengan performa masih tersendat dan rentan bug.
- Perkembangan pesat emulasi PS5 membuka peluang bagi lebih banyak judul eksklusif Sony untuk dapat dimainkan di luar konsol.

Emulator PS5 bernama KytyPS5 dilaporkan telah berhasil menjalankan Demon's Souls Remake secara penuh, dari awal hingga kredit penutup, di PC. Video yang dibagikan YouTuber Rain Kikyou memperlihatkan bahwa game yang semula eksklusif untuk PlayStation 5 itu kini bisa ditamatkan, meski dengan sejumlah catatan teknis.
Ini menjadi tonggak penting dalam dunia emulasi konsol generasi kesembilan. Sebelumnya, pada Juli lalu, berbagai proyek emulator PS5 masih bergulat dengan masalah layar hitam dan kegagalan booting. Kini, hanya dalam hitungan bulan, salah satu emulator terpopuler tersebut mampu melewati hambatan tersebut dan menjalankan game yang belum pernah dirilis di platform lain.
Kendati demikian, pengalaman bermain belum mulus. Video tersebut menunjukkan frame rate yang tersendat, lag, dan kemungkinan bug yang belum sepenuhnya teratasi. Perangkat yang digunakan pun diduga kuat mengandalkan GPU kelas atas seperti RTX 5090, karena emulator ini masih sangat bergantung pada tenaga komputasi ekstrem untuk mencapai performa yang dapat dimainkan.
Bagi komunitas emulasi, keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan teknis. Demon's Souls Remake adalah salah satu judul yang paling menantang untuk diemulasi karena dibangun khusus untuk arsitektur PS5. Kemampuan menjalankannya dari awal sampai akhir membuktikan bahwa fondasi emulator sudah cukup matang untuk menangani game kompleks. Ke depan, pencapaian ini dapat mempercepat upaya emulasi judul-judul eksklusif PlayStation lainnya, termasuk game first-party yang selama ini terkunci di ekosistem Sony.
Sejumlah pengamat menilai bahwa keputusan Sony menghentikan produksi cakram fisik dan memperkuat distribusi digital turut memicu percepatan pengembangan emulator. Tanpa opsi fisik, upaya pelestarian game (preservasi) menjadi tanggung jawab komunitas, dan emulasi sering dianggap sebagai jalan terakhir untuk memastikan game tetap dapat diakses di masa depan. Meski legalitasnya masih abu-abu di banyak yurisdiksi, termasuk Indonesia, aktivitas ini terus berjalan di bawah radar.
"Kami terkejut karena pada Juli lalu game masih gagal booting, sekarang sudah bisa tamat. Ini perkembangan yang luar biasa cepat," ujar seorang pengembang emulator yang tidak ingin disebutkan namanya.
Di Indonesia, fenomena ini menarik perhatian para gamer PC yang selama ini mengandalkan konsol untuk memainkan eksklusif PlayStation. Dengan harga konsol dan game original yang terus melambung, emulasi menjadi alternatif yang menggoda, meski menuntut spesifikasi perangkat yang tidak murah. Namun, perlu diingat bahwa bermain game bajakan melalui emulator berisiko melanggar hak cipta dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah emulasi PS5 akan semakin matang, melainkan seberapa lama Sony akan membiarkan celah ini terbuka. Jika tren ini berlanjut, bisa jadi akhir tahun ini kita akan melihat lebih banyak eksklusif PlayStation yang dapat dimainkan di PC secara tidak resmi. Apakah Sony akan memperketat proteksi, atau justru melirik potensi pasar PC yang selama ini diabaikan?



