Inggris Tersingkir dari Piala Dunia Hoki Wanita: Kegagalan Beruntun Sejak Emas Commonwealth
Baca dalam 60 detik
- Tim hoki putri Inggris mengakhiri Piala Dunia FIH 2025 di fase grup setelah ditahan imbang 0-0 oleh India, finis ketiga di Grup D.
- Hasil ini memperpanjang tren negatif Inggris di turnamen besar sejak merebut emas Commonwealth Games 2022, dengan catatan finis keempat di EuroHockey 2023 dan kelima tahun lalu.
- Sementara itu, tim putra Inggris justru tampil sempurna di fase grup dengan tiga kemenangan, melaju ke babak kedua dan berpeluang besar menembus semifinal.

Jakarta, LyndHub โ Harapan tim hoki putri Inggris untuk meraih gelar di Piala Dunia FIH 2025 pupus lebih awal. Hasil imbang tanpa gol melawan India pada laga pamungkas Grup D memaksa mereka tersingkir dan harus puas bermain di babak klasifikasi untuk memperebutkan peringkat 9 hingga 16.
Dengan hanya mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan, Inggris menempati posisi ketiga di bawah China dan India. Padahal, dua tim teratas berhak melaju ke babak berikutnya. Kekalahan 2-4 dari China pada laga kedua menjadi pukulan telak, meskipun Tess Howard dan Sophie Hamilton sempat memperkecil ketertinggalan. Sebelumnya, Inggris sempat tampil meyakinkan dengan kemenangan telak 4-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka.
Kegagalan ini melanjutkan catatan minor Inggris di pentas internasional sejak meraih emas Commonwealth Games 2022. Pada Kejuaraan EuroHockey 2023, mereka hanya mampu finis keempat, dan tahun lalu turun ke peringkat kelima. Di FIH Pro League, sejak finis ketiga pada musim 2020-21, tim Inggris dan Britania Raya tak pernah menembus posisi lebih baik dari keenam. Bahkan, di Olimpiade Paris 2024, Britania Raya harus puas di peringkat kedelapan.
Kontras dengan performa tim putri, skuad putra Inggris justru tampil gemilang. Mereka menyapu bersih tiga kemenangan di Grup D, termasuk kemenangan impresif 8-2 atas Wales pada laga terakhir. Sebelumnya, mereka menaklukkan Pakistan 4-1 dan India 4-2. Hasil ini membawa mereka ke babak kedua dengan modal nilai penuh, dan kemenangan 4-2 atas India akan dibawa serta. Inggris akan menghadapi dua tim dari Grup A pada Sabtu dan Senin untuk memperebutkan tiket semifinal.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski hoki bukan olahraga populer di Tanah Air, prestasi Inggris menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi. Indonesia sendiri masih berjuang untuk menembus level tersebut, dengan fokus pada pengembangan usia muda. Kegagalan Inggris menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci, dan tim yang pernah berjaya pun bisa terpuruk jika tidak mampu beradaptasi dengan perubahan gaya permainan lawan.
Pelatih Inggris, David Ralph, kini dihadapkan pada tugas berat untuk membenahi performa tim putri. Pertanyaan besarnya adalah apakah kegagalan ini akan memicu evaluasi besar-besaran atau justru menjadi titik balik kebangkitan. Sementara itu, tim putra Inggris yang sedang dalam performa terbaiknya, berpeluang besar untuk melaju jauh. Mampukah mereka memanfaatkan momentum ini untuk merebut gelar yang telah lama dinantikan?



