Ronaldinho Kembali ke Lapangan di Usia 46: Bergabung dengan Ravenna, Siap Cetak Gol Perpisahan
Baca dalam 60 detik
- Legenda Brasil Ronaldinho resmi dikontrak klub Serie C Italia, Ravenna, dan telah tiba di Italia untuk menjalani musim 2026-27.
- Pemilik Ravenna menegaskan bahwa kehadiran Ronaldinho bukan sekadar gimmick komersial; ia dijanjikan tampil di minimal satu laga kandang.
- Langkah ini memicu diskusi tentang masa depan pesepakbola senior dan daya tarik komersial liga-liga kecil di Eropa.

Ronaldo de Assis Moreira, atau yang akrab disapa Ronaldinho, kembali mencuri perhatian dunia sepak bola. Di usianya yang ke-46, mantan peraih Ballon d'Or itu resmi bergabung dengan Ravenna, klub kasta ketiga Italia (Serie C). Ia telah mendarat di Italia dan dijadwalkan menghadiri presentasi resmi tim pada Jumat, 21 Agustus 2026, menandai babak baru dalam karier legendarisnya.
Keputusan Ronaldinho untuk memperkuat Ravenna bukanlah sekadar seremoni. Pemilik klub, Ignazio Cipriani, menegaskan bahwa sang bintang tidak direkrut untuk tujuan promosi semata. Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport beberapa bulan lalu, Cipriani mengungkapkan bahwa Ronaldinho diharapkan tampil dalam setidaknya satu pertandingan liga, bahkan mungkin lebih. "Dia akan hadir untuk presentasi tim pada 21 Agustus. Dia tidak akan ikut pemusatan latihan, tapi dia pasti akan ambil bagian dalam minimal satu laga liga, mungkin beberapa lagi, kita lihat saja," ujarnya.
Keputusan ini memunculkan beragam reaksi. Sebagian pengamat menilai langkah Ravenna sebagai strategi cerdas untuk meningkatkan profil klub dan menarik perhatian media, terutama mengingat Ronaldinho masih memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia. Namun, di sisi lain, ada skeptisisme mengenai kondisi fisik pemain yang telah pensiun sejak 2018. Meski demikian, Cipriani optimistis: "Tujuannya adalah mencetak gol terakhirnya dengan seragam Ravenna."
Fenomena Ronaldinho di Ravenna mengingatkan pada tren klub-klub kecil Eropa yang merekrut bintang senior untuk menghidupkan kembali pamor mereka. Sebelumnya, ada contoh Francesco Totti yang sempat dikaitkan dengan klub amatir, atau legenda seperti David Beckham yang bermain di AC Milan dan PSG di usia senja. Namun, kasus Ronaldinho terbilang unik karena ia bergabung dengan klub divisi tiga, bukan liga top.
Bagi Indonesia, berita ini menarik karena Ronaldinho memiliki penggemar fanatik di tanah air. Banyak penggemar yang masih mengingat aksi magisnya di Piala Dunia 2002 dan masa kejayaannya di Barcelona. Kehadirannya di Ravenna bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar Indonesia yang ingin menyaksikan aksi terakhirnya, meski harus rela menonton melalui layar kaca atau streaming.
Langkah Ronaldinho juga memicu perdebatan tentang batas usia dalam sepak bola profesional. Beberapa pihak menilai bahwa kehadirannya bisa menginspirasi pemain senior lainnya untuk terus bermain, sementara yang lain mengkhawatirkan risiko cedera dan penurunan kualitas pertandingan. Namun, bagi Ravenna, kehadiran Ronaldinho adalah investasi jangka pendek yang menjanjikan keuntungan finansial dan publisitas.
Di tengah euforia ini, pertanyaan besarnya adalah: apakah Ronaldinho benar-benar akan tampil memukau seperti masa jayanya, atau hanya menjadi pajangan di bangku cadangan? Satu hal yang pasti, dunia sepak bola akan menyaksikan dengan antusias setiap gerakannya di lapangan hijau Italia.



