Gen Z India Menggebrak Industri Kecantikan: Nilai Pasar Diproyeksi Tembus US$40 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Investasi asing deras mengalir ke merek kecantikan India, dengan akuisisi besar oleh Estรฉe Lauder dan L'Orรฉal sepanjang 2025.
- Generasi Z menjadi motor utama pertumbuhan, menghabiskan dua kali lipat dibanding milenial untuk produk perawatan diri.
- Pasar kecantikan India diperkirakan mencapai US$40 miliar pada 2030, mendorong gelombang IPO dan merger di sektor ini.

Gelombang investasi global kini mengarah deras ke industri kecantikan India, seiring melesatnya daya beli generasi mudanya. Nilai pasar kecantikan negara itu diperkirakan melonjak dari sekitar US$23 miliar pada 2025 menjadi US$40 miliar pada akhir dekade ini, tumbuh dua kali lipat lebih cepat dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional dan ritel secara keseluruhan.
Sepanjang tahun ini, sejumlah raksasa kosmetik dunia telah menancapkan kukunya di pasar India. Estรฉe Lauder, konglomerat asal Amerika Serikat, mengakuisisi penuh Forest Essentials, merek ayurveda lokal yang berdiri sejak awal milenium. Beberapa bulan kemudian, L'Orรฉal mengambil saham mayoritas di Innovist, perusahaan perawatan pribadi digital. Unilever pun tak ketinggalan, dengan setidaknya empat investasi di sektor kecantikan melalui lengan modal venturanya dalam dua tahun terakhir.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Konsultan bisnis Redseer mencatat pendapatan per kapita India telah menembus US$2.000 pada 2019, ambang batas yang biasanya memicu ledakan belanja diskresioner. Pada 2030, sekitar 155 juta rumah tangga diproyeksikan berpenghasilan lebih dari US$9.500 per tahun, memberikan dorongan tambahan bagi industri ini. Kushal Bhatnagar, mitra Redseer, mengungkapkan bahwa secara historis masyarakat India cenderung menghemat pengeluaran untuk kecantikan karena keterbatasan daya beli. Namun kini, dengan meningkatnya pendapatan, akses distribusi yang lebih baik, dan edukasi produk yang masif melalui internet serta media sosial, hambatan-hambatan itu mulai runtuh.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang signifikan. Vaishali Gupta, pendiri mCaffeine dan salah satu pendiri Hyphen, menuturkan bahwa pandemi mendorong orang untuk lebih fokus pada perawatan diri, bersamaan dengan penetrasi digital yang meluas hingga ke kota-kota tier dua dan tiga. Konsumen India kini memiliki akses ke edukasi kecantikan yang sebelumnya sulit dijangkau, mulai dari tren Korea hingga manfaat bahan-bahan tertentu untuk kulit. "Pengetahuan itu menciptakan konsumen yang tahu persis apa yang mereka inginkan," ujarnya. Dalam setahun terakhir, merek-merek Gupta tumbuh 100% dan ia optimistis pertumbuhan ganda akan berlanjut.
Yang menarik, pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Data Flipkart, platform e-commerce terbesar di India, menunjukkan 56% pembeli produk kecantikan dan perawatan pribadi adalah Gen Z, dengan 70% di antaranya menemukan produk melalui media sosial. Dua dari tiga pencarian kecantikan di Flipkart berasal dari daerah non-metro. Priyanka Bhargav, kepala strategi merek Flipkart, menyebut ini sebagai titik infleksi: kecantikan yang tadinya kategori aspirasional kini menjadi ekspresi perawatan diri sehari-hari bagi banyak anak muda India.
Para ahli memperkirakan pertumbuhan selanjutnya akan didorong oleh merek-merek niche yang berinovasi dengan bahan-bahan spesifik, produk berbasis dermatolog, dan fokus pada nutrisi kulit. Namun, hanya segelintir merek yang berhasil mencapai skala signifikan sejauh ini. Bhatnagar memperkirakan setidaknya 10โ15 perusahaan kecantikan akan menembus pendapatan US$200 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan, yang kemudian akan memicu gelombang penawaran umum perdana (IPO) dan merger-akuisisi di sektor ini.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi cermin menarik. Dengan populasi muda yang besar dan penetrasi internet yang kian merata, industri kecantikan Tanah Air memiliki potensi serupa. Pertanyaan yang muncul: akankah investor global juga melirik merek-merek lokal Indonesia seperti mereka melirik India? Atau justru para pengusaha muda Indonesia yang akan mengambil peran sebagai pemain utama di pasar domestik?



