Giggs Ungkap Alasan Guardiola Ingin Rekrut Rashford: 'Pemain Terbaik di Man United'
Baca dalam 60 detik
- Ryan Giggs membocorkan obrolan dengan Pep Guardiola yang menyebut Marcus Rashford sebagai pemain terbaik Man United dan siap merekrutnya segera.
- Pengakuan ini menyoroti potensi Rashford yang dianggap cocok dengan profil pemain sayap yang dikembangkan Guardiola di Man City.
- Jika transfer terwujud, Rashford bisa mengikuti jejak Carlos Tevez yang membelot ke rival sekota dan meraih kesuksesan besar.

Legenda Manchester United, Ryan Giggs, mengungkapkan bahwa Pep Guardiola pernah menyatakan ketertarikannya untuk merekrut Marcus Rashford. Dalam sebuah percakapan yang dibagikan di acara Rio Ferdinand Presents: The Debrief, Giggs menceritakan bagaimana Guardiola menyebut Rashford sebagai pemain terbaik di skuad Man United saat itu. "Dia bilang, 'Pemain terbaik di Man United, Marcus Rashford. Saya akan mengambilnya besok,'" ujar Giggs menirukan ucapan Guardiola.
Pernyataan ini muncul di tengah jeda internasional yang panjang, memicu spekulasi tentang apa yang bisa terjadi jika Guardiola benar-benar merekrut Rashford. Sebelumnya, Guardiola juga pernah gagal mendatangkan Bruno Fernandes pada 2019, yang kemudian bergabung dengan Man United dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di era pasca-Sir Alex Ferguson. Fernandes telah mencatatkan 220 keterlibatan gol dalam 334 penampilan, angka yang fantastis.
Rashford, yang merupakan produk akademi Carrington, memiliki profil yang mirip dengan pemain sayap yang sering dibeli Guardiola, seperti Raheem Sterling, Riyad Mahrez, dan Leroy Sane. Kecepatan, dribel, dan kemampuan mencetak gol membuatnya cocok dengan gaya permainan City. Guardiola dikenal mampu mengasah potensi pemain sayap menjadi mesin gol, seperti yang ia lakukan terhadap Sane yang mencapai 25 keterlibatan gol di Premier League dalam satu musim.
Jika transfer itu terwujud, Rashford akan mengikuti jejak Carlos Tevez yang pindah dari Man United ke Man City dan meraih kesuksesan besar. Namun, Man United tentu bersyukur hal itu tidak terjadi. Rashford masih menjadi bagian penting dari proyek klub, meskipun performanya sempat naik-turun. Potensinya yang besar membuatnya tetap menjadi aset berharga bagi Setan Merah.
"Dia bilang, 'Pemain terbaik di Man United, Marcus Rashford. Saya akan mengambilnya besok.'" - Ryan Giggs
Kisah ini juga mengingatkan pada kegagalan City merekrut Fernandes, yang kemudian menjadi tulang punggung Man United. Keputusan tersebut terbukti menjadi berkah bagi United, yang mendapatkan pemain kunci dengan harga ยฃ47 juta. Sementara City harus puas melihat Fernandes bersinar di klub rival.
Dalam konteks persaingan Manchester, potensi Rashford untuk bersinar di bawah asuhan Guardiola menimbulkan pertanyaan menarik: apakah ia bisa mencapai level yang lebih tinggi jika bergabung dengan City? Guardiola sendiri pernah memuji Rashford sebagai ancaman serius, dan pengakuan Giggs ini menegaskan bahwa minat itu nyata. Namun, sepak bola tidak selalu tentang 'bagaimana jika'. Rashford kini fokus pada kariernya di Old Trafford, sementara City terus memburu gelar dengan skuadnya sendiri.
Ke depan, masa depan Rashford di Man United masih menjadi tanda tanya, terutama dengan kontraknya yang akan berakhir pada 2028. Jika ia mampu konsisten, bukan tidak mungkin klub-klub besar Eropa akan kembali mengantre. Tapi untuk saat ini, United bisa bernapas lega karena Guardiola tidak pernah benar-benar mewujudkan niatnya.



