Marquez Kalahkan Martin di Motegi, Perebutan Gelar MotoGP 2026 Memanas
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez memenangi MotoGP Jepang 2026 setelah menyalip Jorge Martin pada lap 11, memangkas jarak poin menjadi hanya dua.
- Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi Marquez musim ini dan kemenangan ke-79 di kelas premier, mempertegas dominasinya di paruh kedua kompetisi.
- Persaingan gelar semakin ketat dengan sembilan seri tersisa, sementara Marco Bezzecchi melengkapi podium setelah menahan serangan Enea Bastianini.

Marc Marquez berhasil menaklukkan Jorge Martin dalam duel sengit di Sirkuit Motegi, Minggu, dan kini hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen MotoGP 2026. Kemenangan ini menjadi pukulan telak bagi Martin yang tampil sebagai pole sitter namun gagal mempertahankan posisinya hingga finis.
Sehari sebelumnya, Marquez sudah menunjukkan sinyal kebangkitan dengan memenangi sprint race. Namun, balapan utama berjalan jauh lebih alot. Martin, yang start dari posisi terdepan, langsung melesat dan memimpin rombongan menuju tikungan pertama. Marquez yang gagal mengulangi manuver sprint-nya terpaksa puas berada di posisi kedua pada fase awal.
Di belakang mereka, Pedro Acosta yang baru saja menang di Austria kehilangan beberapa posisi dan turun ke urutan kelima, memberi jalan bagi Marco Bezzecchi untuk menempel ketat duo terdepan. Ketiganya sempat saling bertukar lap tercepat, menandakan pertarungan juara masih terbuka lebar.
Memasuki lap ketujuh, Marquez meningkatkan tempo dan mulai memberikan tekanan serius. Martin sempat bertahan dengan apik, tidak melakukan kesalahan berarti. Namun, pada lap 11, Marquez mengambil risiko dengan menyerang di tikungan 9 dan berhasil merebut posisi terdepan untuk pertama kalinya.
Setelah itu, Marquez perlahan menjauh. Dalam tujuh lap berikutnya, ia membangun keunggulan satu detik dan melesat mulus ke garis finis. Ini menjadi kemenangan ke-79 Marquez di kelas premier, sekaligus menegaskan dominasinya di sirkuit yang selama ini dikenal menantang.
Di belakang, perebutan podium terakhir berlangsung dramatis hingga lap terakhir. Enea Bastianini, pembalap Tech3 KTM, menunjukkan kecepatan luar biasa di akhir balapan dan berhasil mengejar Bezzecchi. Meski mendapat momentum keluar dari tikungan terakhir, Bastianini gagal menyalip dan harus puas finis keempat, terpaut hanya 0,089 detik dari Bezzecchi yang mengunci podium ketiga.
"Saya tahu Jorge akan sangat kuat di awal, tapi saya terus menekan dan akhirnya celah itu terbuka," ujar Marquez usai balapan, seperti dikutip Motorsport.com.
Bastianini tetap menjadi pembalap KTM terbaik di posisi keempat setelah menyalip Acosta di awal lomba. Acosta sendiri sempat terpuruk hingga posisi kedelapan, tetapi perlahan bangkit dan terlibat pertarungan sengit dengan duo Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura. Fernandez akhirnya memenangi duel tiga arah itu dan finis kelima, disusul Ogura di depan pendukung tuan rumah, sementara Acosta harus puas ketujuh.
Francesco Bagnaia tampil lebih baik dengan finis kedelapan, diikuti Fermin Aldeguer yang pulih dari posisi ke-16 menjadi kesembilan. Luca Marini menjadi pembalap Honda terbaik di kandang sendiri dengan finis ke-10, dua posisi di atas pembalap Yamaha, Fabio Quartararo.
Balapan ini juga diwarnai insiden. Diogo Moreira, Johann Zarco, dan Alex Marquez gagal finis setelah terjatuh, sementara Jack Miller sempat bangkit setelah kecelakaan dan menyelesaikan lomba di posisi ke-19 atau terakhir. Keputusan seluruh pembalap menggunakan ban belakang hard diambil setelah sesi pemanasan diperpanjang 20 menit, buntut dari drama ban pada hari Sabtu.
Dengan hasil ini, persaingan gelar MotoGP 2026 semakin memanas. Marquez kini hanya berjarak dua poin dari Martin, dan dengan sembilan seri tersisa, setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Akankah Martin mampu membalas di seri berikutnya, atau Marquez justru semakin tak terhentikan? Yang jelas, duel di Motegi menjadi sinyal bahwa perebutan mahkota musim ini akan berlangsung hingga putaran terakhir.



