BMKG: Mayoritas Kota Besar Cerah Berawan, Waspada Bibit Siklon 95W Picu Hujan Lebat
Baca dalam 60 detik
- Prakiraan cuaca nasional Kamis didominasi kondisi berawan, dengan titik hujan ringan tersebar di sejumlah kota.
- Bibit siklon tropis 95W di Laut China Selatan berpotensi memicu hujan sedang-lebat meski peluang menjadi siklon rendah.
- Masyarakat diminta memantau kanal resmi BMKG untuk antisipasi perubahan cuaca mendadak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan hampir seluruh kota besar di Indonesia akan diselimuti awan pada Kamis, dengan sebagian wilayah berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat. Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah dalam keterangan resminya menggarisbawahi bahwa kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif, termasuk keberadaan bibit siklon tropis 95W di pesisir timur Pulau Hainan, China.
Untuk kawasan barat Indonesia, langit cerah berawan hingga berawan tebal diperkirakan menyelimuti Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkalpinang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Samarinda. Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di Bengkulu, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor. Kabut tipis diprediksi menyelimuti Padang, Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, dan Banjarmasin, sedangkan Pekanbaru berpotensi mengalami asap atau kabut.
Di Indonesia bagian timur, mayoritas kota besar seperti Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Merauke diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan diperkirakan terjadi di Mamuju, Palu, dan Jayawijaya, sementara Kendari berpotensi berkabut.
Meski prakiraan cuaca cenderung bersahabat, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dipicu oleh bibit siklon tropis 95W. Sistem bertekanan 999 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 25 knot itu bergerak ke barat laut dan memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 48โ72 jam ke depan. Keberadaannya memicu daerah konvergensi dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar sistem dan sepanjang wilayah konvergensi.
Bagi masyarakat Indonesia, informasi ini penting untuk perencanaan aktivitas harian, terutama bagi mereka yang berada di wilayah pesisir atau daerah rawan banjir. BMKG mengimbau agar publik terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi seperti situs bmkg.go.id dan media sosial BMKG. Dengan pemantauan yang cermat, risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat bibit siklon 95W akan berevolusi dan apakah akan berdampak langsung pada wilayah Indonesia. BMKG akan terus memantau perkembangan sistem ini, dan masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin muncul secara tiba-tiba.



