Aston Villa Incar Bek Chelsea Tosin Adarabioyo untuk Gantikan Ezri Konsa yang Hampir Gabung Arsenal
Baca dalam 60 detik
- Kepergian Ezri Konsa ke Arsenal senilai ยฃ51 juta memaksa Aston Villa bergerak cepat mencari pengganti di lini belakang.
- Sky Sports melaporkan Tosin Adarabioyo, bek Chelsea, menjadi kandidat utama, meski negosiasi belum dimulai.
- Musim panas yang sibuk di Villa Park membuat keputusan rekrutan ini krusial untuk menjaga performa tim di Premier League dan Liga Champions.

Langkah Aston Villa untuk mempertahankan daya saing di papan atas Premier League mendapat ujian berat setelah bek andalan mereka, Ezri Konsa, dikabarkan hampir pasti pindah ke Arsenal. Nilai transfer yang disepakati mencapai sekitar ยฃ51 juta, dan proses medis pun sudah dijadwalkan. Kepergian pemain berusia 28 tahun itu meninggalkan lubang besar di pertahanan Villa, yang kini harus segera mencari pengganti yang setara.
Menurut laporan jurnalis Sky Sports, Lyall Thomas, manajemen Villa mulai melirik bek Chelsea, Tosin Adarabioyo, sebagai kandidat pengganti. Meski belum ada tawaran resmi atau pembicaraan awal, nama pemain berpostur 6 kaki 6 inci itu dinilai cocok dengan kebutuhan taktis Unai Emery. Adarabioyo memiliki pengalaman bermain di Premier League bersama Fulham dan Chelsea, serta pernah menimba ilmu di akademi Manchester City, yang terkenal melatih bek untuk nyaman membangun serangan dari belakang.
Konsa bukan sekadar bek tengah biasa. Selama membela Villa sejak 2019, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling diandalkan Emery, mampu bermain sebagai bek kanan maupun bek tengah. Musim lalu, ia menjadi bagian penting dalam keberhasilan Villa meraih gelar Europa League dan finis di posisi keempat klasemen Premier League. Kemampuannya memenangi duel darat dengan persentase tertinggi di antara bek tengah Liga Inggris musim lalu menjadi bukti kualitasnya. Arsenal pun bergerak cepat merekrutnya setelah mengalami krisis cedera di lini belakang, dengan William Saliba dan Jurrien Timber absen.
Kepergian Konsa menambah daftar panjang pemain yang hengkang dari Villa Park pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Morgan Rogers, Youri Tielemans, dan Lucas Digne sudah lebih dulu angkat kaki. Sebagai gantinya, Villa mendatangkan kiper Zion Suzuki, bek kiri Matteo Ruggeri, gelandang Johan Manzambi, dan Joao Gomes. Namun, kehilangan Konsa terasa paling berat karena ia memahami sistem permainan Emery dan bisa menutupi dua posisi sekaligus.
Dengan kembalinya Villa ke Liga Champions, kebutuhan akan pengganti Konsa menjadi mendesak. Pau Torres, Tyrone Mings, dan Victor Lindelรถf memang masih menjadi opsi di lini tengah pertahanan, tetapi tidak ada yang memiliki fleksibilitas seperti Konsa. Manajemen Villa tidak bisa menunda-nunda keputusan, mengingat jadwal padat dan minimnya waktu adaptasi bagi pemain baru. Rekrutan berikutnya bisa menjadi penentu apakah transisi pertahanan yang sulit ini berjalan mulus atau justru menjadi bumerang.
Adarabioyo bukanlah salinan persis Konsa, terutama dalam hal kemampuan bermain di posisi bek kanan. Namun, pengalamannya di liga top, kekuatan fisik, dan ketenangan dalam menguasai bola menjadi nilai jual yang sesuai dengan tuntutan Emery. Chelsea sendiri tidak berada dalam tekanan untuk menjual murah karena kontrak Adarabioyo masih panjang. Persaingan di lini belakang The Blues di bawah asuhan Xabi Alonso juga ketat, sehingga Villa perlu menguji keseriusan Chelsea dalam bernegosiasi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Villa ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika bursa transfer. Keputusan Villa dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi ujian bagi manajemen dalam menjaga keseimbangan skuad, sekaligus pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan rekrutmen yang matang di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Apakah Villa mampu mengamankan jasa Adarabioyo atau akan beralih ke target lain? Jawabannya akan menentukan nasib mereka di pentas Eropa musim ini.



