Tottenham Incar Lobotka: Jawaban De Zerbi untuk Kuartet Lini Tengah yang Belum Lengkap
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk gelandang Napoli Stanislav Lobotka, yang dihargai sekitar £34 juta.
- Lobotka, yang dikenal sebagai pengontrol permainan elit dengan akurasi umpan 92%, bisa menjadi pelengkap lini tengah Spurs yang sudah diperkuat Mateus Fernandes dan Sandro Tonali.
- Kedatangan pemain Slovakia itu akan memberikan keseimbangan antara kontrol dan agresivitas, sekaligus menjawab kebutuhan Tottenham akan gelandang kelima setelah kepergian Bissouma.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah melayangkan tawaran untuk gelandang Napoli, Stanislav Lobotka, di tengah upaya mereka memperkuat skuad musim panas ini. Langkah ini muncul setelah Spurs memecahkan rekor transfer klub dua kali untuk mendatangkan Mateus Fernandes (£85 juta) dan Sandro Tonali (£100 juta), yang langsung memberi dampak di laga pramusim.
Meski lini tengah sudah bertambah, Tottenham masih membutuhkan satu gelandang lagi. Kepergian Yves Bissouma secara gratis dan potensi hengkangnya Lucas Bergvall serta Pape Matar Sarr membuat kedalaman skuad di posisi tersebut menipis. Jika kedua pemain itu pergi, pelatih Roberto De Zerbi hanya memiliki Tonali, Fernandes, Rodrigo Bentancur, dan Conor Gallagher sebagai opsi utama.
Perbandingan dengan rival menjadi sorotan. Manchester United sudah memiliki lima gelandang berkualitas, termasuk Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo, plus Carlos Baleba yang hampir bergabung. Arsenal pun punya Declan Rice, Bruno Guimaraes, dan Martin Zubimendi. Tottenham jelas tertinggal dalam hal kuantitas dan variasi tipe pemain di lini tengah.
Nama-nama seperti Baleba, Adam Wharton, dan Alex Scott sempat dikaitkan, tetapi peluangnya kecil. Baleba hampir pasti ke United, sementara Wharton dan Scott dibanderol mahal, sekitar £80 juta. Dengan kebutuhan mendesak di lini depan—Cody Gakpo dan Savinho sudah dekat—Spurs harus mencari opsi yang lebih realistis.
Di sinilah Lobotka masuk. Gelandang berusia 31 tahun itu mungkin tidak setenar rekan-rekannya, tetapi kualitasnya diakui. Pada musim 2022/23, ia dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A dan salah satu pemain terbaik Liga Champions oleh pengamat Eropa, Kaustubh Pandey. Performa itu sempat membuat Real Madrid tertarik menjadikannya pengganti Toni Kroos atau Luka Modric.
Keunggulan utama Lobotka adalah kemampuannya mengontrol permainan. Data dari DataMB menunjukkan ia berada di jajaran teratas untuk metrik possession +/- di antara gelandang Eropa. Akurasi umpan rata-rata 92% sepanjang kariernya bahkan melampaui Modric yang 89%. Ia bukan tipe pemain yang banyak merebut bola—statistik tackle dan intersepnya masuk 37% terburuk di liga top Eropa—dan jarang mencetak gol, hanya dua gol dalam empat tahun terakhir.
Namun, justru di situlah nilainya. Lobotka akan memberikan ketenangan dan kontrol di tengah, melengkapi agresivitas Tonali dan Fernandes. Kombinasi ini bisa menjadi kunci bagi De Zerbi untuk membangun permainan yang lebih seimbang, mirip dengan peran Modric di Real Madrid yang mengatur tempo tanpa harus menjadi duel winner.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ketertarikan Tottenham pada Lobotka menunjukkan tren klub-klub besar Eropa yang mulai melirik pemain-pemain dengan profil 'pengatur tempo' daripada sekadar pekerja keras. Ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan pemain muda Indonesia yang kerap mengandalkan fisik, padahal kecerdasan posisi dan akurasi umpan justru lebih dihargai di level tertinggi.
Keputusan akhir ada di tangan Lobotka. Ia dikabarkan ingin bertahan di Napoli, tetapi godaan bermain di Premier League dengan gaji lebih tinggi bisa mengubah segalanya. Jika transfer ini terwujud, De Zerbi akan memiliki lini tengah yang lengkap: kombinasi pengalaman, kontrol, dan agresivitas. Pertanyaannya, apakah Lobotka bisa menjadi 'Modric mini' yang dibutuhkan Spurs untuk bersaing di papan atas?



