Leeds United Incar Nelson Deossa sebagai Solusi Gelandang Serba Bisa: Kombinasi Ampadu dan Tanaka
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengajukan tawaran awal £7 juta untuk Nelson Deossa, namun Real Betis membanderol £10 juta.
- Deossa dianggap sebagai gelandang ideal karena mampu memadukan ketangguhan bertahan ala Ampadu dengan kreativitas menyerang ala Tanaka.
- Kesepakatan masih terganjal keinginan pemain bertahan di LaLiga, sementara bursa transfer musim panas segera ditutup.

Leeds United dilaporkan tengah mengincar gelandang Real Betis, Nelson Deossa, sebagai jawaban atas kebutuhan lini tengah mereka yang belum terpenuhi. Klub asal Yorkshire itu telah mengajukan tawaran awal senilai £7 juta, namun ditolak oleh klub asal Spanyol tersebut yang mematok harga £10 juta. Jika kesepakatan tercapai, pemain asal Kolombia ini diharapkan menjadi sosok pelengkap yang mampu menutup celah antara kekuatan bertahan dan daya serang di skuad asuhan Daniel Farke.
Sejak gagal mendatangkan Shea Charles dari Southampton yang akhirnya bergabung dengan Fulham, Leeds United belum menemukan pengganti yang tepat. Kebutuhan akan gelandang serba bisa semakin mendesak, terutama setelah melihat statistik para gelandang yang ada. Anton Stach menjadi satu-satunya gelandang tengah yang mampu mencatatkan kontribusi gol dan kemenangan duel di atas 50 persen di Premier League musim lalu. Sementara itu, Sean Longstaff dan Ao Tanaka unggul dalam hal teknis, tetapi kurang dominan dalam duel fisik.
Kapten tim, Ethan Ampadu, justru menunjukkan dominasi luar biasa dalam duel bertahan, namun minim kontribusi di sepertiga akhir lapangan. Kondisi inilah yang membuat Leeds United membutuhkan pemain dengan profil hybrid—mampu bertahan dengan kokoh sekaligus tajam dalam menyerang. Nelson Deossa, dengan catatan statistiknya di LaLiga, muncul sebagai kandidat yang menarik perhatian.
Deossa, yang baru bergabung dengan Real Betis, memang tidak selalu menjadi starter—hanya delapan kali dari 20 penampilan di liga—namun kontribusinya per 90 menit sangat mengesankan. Ia memenangkan 60 persen duel secara keseluruhan dan 71 persen duel udara, menunjukkan ketangguhan yang sebanding dengan Ampadu. Sebelum berkarier di Spanyol, pemain berusia 26 tahun ini telah membuktikan naluri menyerangnya bersama Monterrey, Pachuca, dan Atletico Nacional dengan mencetak 22 gol dan 10 assist dalam tiga musim terakhir.
Kemampuan Deossa untuk maju dan mencetak gol dari lini tengah mengingatkan pada peran Tanaka di Leeds yang telah mengoleksi sembilan gol dalam dua musim. Dengan kombinasi tersebut, Deossa dinilai mampu menjadi alternatif yang lebih lengkap bagi Stach, sekaligus memberikan fleksibilitas taktis bagi Farke. Namun, ada kendala lain: pemain itu sendiri dikabarkan ingin bertahan di Real Betis, sehingga Leeds harus bekerja ekstra untuk meyakinkannya pindah ke Inggris.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds United ini menarik untuk disimak, terutama karena klub tersebut memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Deossa di Premier League akan menambah daya tarik kompetisi, sekaligus menjadi tolok ukur bagi pemain Asia Tenggara yang bercita-cita menembus liga top Eropa. Selain itu, strategi Leeds dalam memanfaatkan data statistik untuk mencari pemain dengan profil spesifik bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.
Dengan bursa transfer yang akan ditutup dalam waktu dekat, Leeds United harus bergerak cepat. Pertanyaannya, akankah mereka bersedia memenuhi banderol £10 juta dan mampu meyakinkan Deossa untuk meninggalkan kenyamanan di LaLiga? Atau akankah mereka kembali gagal dan harus mencari alternatif lain di menit-menit akhir? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim mereka.



