Kembalinya F1 ke Sepang, George Russell Tertegun oleh Buku Kenangan dari Penggemar Malaysia
Baca dalam 60 detik
- George Russell menerima buku skrap setebal buku perpustakaan dari kelompok penggemar 'Team GR63 Malaysia' di paddock Sepang.
- Aksi penggemar itu menjadi momen emosional di tengah tekanan Mercedes yang kesulitan mengatasi degradasi ban pada sesi latihan Jumat.
- Kembalinya F1 ke Malaysia setelah sembilan tahun memicu antusiasme lokal yang berpotensi menjadi modal bagi masa depan sirkuit dan pasar Asia Tenggara.

Pebalap Mercedes, George Russell, mengaku kehilangan kata-kata setelah menerima hadiah istimewa dari penggemar Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang. Buku skrap berisi catatan tangan, sketsa, dan foto itu diserahkan sekelompok pendukung yang menamakan diri 'Team GR63 Malaysia' saat ia hendak memasuki garasi, Jumat (27/3/2026).
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah ke kanal media sosial Mercedes. Dalam rekaman, Russell tampak duduk di motorhome tim sambil membuka folder biru tebal. "Ini buku yang saya terima dari Team GR63 Malaysia," ujarnya sambil membalik halaman. Sebelumnya, sekelompok penggemar mengenakan topi turquoise seragam menghampiri Russell di pintu garasi dan menyerahkan buku tersebut. "Oh, wow. Terima kasih," katanya singkat.
Bagi Mercedes, kepulangan ke Malaysia setelah hampir satu dekade absen bukan sekadar agenda balapan. Sepang terakhir menggelar grand prix pada 2017, dan sejak itu F1 menjelajah ke berbagai negara lain. Antusiasme penggemar lokal pun meledak, terlihat dari inisiatif Team GR63 yang mengumpulkan pesan-pesan tulisan tangan, gambar, hingga cetakan komputer menjadi satu koleksi.
Russell mengaku terkesan dengan usaha para penggemar. "Ada begitu banyak pesan penggemar di sini. Ini luar biasa. Semuanya dibuat dengan tangan. Ada catatan tertulis, beberapa hal di komputer, gambar. Sangat manis. Sungguh surealis. Saya sedikit kehilangan kata-kata," tuturnya. Ia bahkan menyoroti ketebalan buku itu. "Lihatlah ukuran buku ini. Luar biasa."
Di sisi lain, Mercedes masih bergelut dengan performa mobil. Pada sesi latihan bebas pertama dan kedua, tim asal Brackley itu kesulitan menekan degradasi ban di aspal Sepang yang terkenal abrasif dan suhu udara yang menyengat. Kondisi ini menjadi ujian tersendiri bagi Russell dan rekan setimnya menjelang kualifikasi dan balapan.
Meski demikian, sambutan hangat penggemar Malaysia setidaknya memberi suntikan moral bagi Russell sebelum kembali ke kokpit pada Sabtu. Momen semacam ini juga memperlihatkan sisi lain dari olahraga bermotor yang kerap identik dengan teknologi dan kompetisi keras: hubungan emosional antara pembalap dan penggemar di negara yang jarang dikunjungi.
Kembalinya F1 ke Malaysia tidak lepas dari upaya pemerintah dan pengelola sirkuit untuk menghidupkan kembali industri balapan di kawasan. Sepang pernah menjadi tuan rumah favorit karena treknya menantang dan fasilitasnya mumpuni. Jika musim ini sukses secara komersial dan operasional, bukan tidak mungkin Malaysia masuk dalam rotasi kalender F1 secara lebih permanen.
Bagi Indonesia, gelaran di Sepang menjadi cermin bagaimana negara tetangga memanfaatkan ajang internasional untuk mendorong pariwisata dan ekonomi lokal. Indonesia sendiri tengah berupaya mengembangkan Sirkuit Mandalika sebagai destinasi MotoGP dan potensi F1. Keberhasilan Malaysia menarik kembali perhatian global bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi promosi, infrastruktur, dan keterlibatan komunitas penggemar.
Yang jelas, hadiah dari Team GR63 Malaysia telah menjadi salah satu cerita manusiawi paling menonjol dari akhir pekan di Sepang. Russell masih harus fokus menaklukkan panas dan ban, tetapi setidaknya ia tahu ada basis penggemar setia di Asia Tenggara yang menantikan setiap putarannya.
Akankah momen seperti ini mendorong F1 untuk lebih sering menyapa penggemar di kawasan, atau justru menjadi nostalgia sesaat sebelum kalender kembali didominasi venue tradisional? Publik Malaysia, dan mungkin Indonesia, menunggu jawabannya di lintasan.



