Inter Kian Serius Boyong Curtis Jones, Liverpool Buka Peluang Negosiasi
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan dijadwalkan menggelar putaran baru negosiasi dengan Liverpool pekan ini untuk merekrut Curtis Jones.
- Liverpool mematok harga โฌ40 juta, namun Inter hanya bersedia membayar โฌ30 juta plus bonus, memanfaatkan situasi kontrak Jones yang tersisa kurang dari setahun.
- Kepindahan Jones ke Inter berpotensi mempengaruhi strategi transfer klub-klub Eropa, termasuk dalam perburuan pemain muda berbakat.

Inter Milan dilaporkan akan melanjutkan pembicaraan dengan Liverpool pekan ini terkait transfer gelandang Curtis Jones. Kabar ini mencuat setelah Jones absen dalam laga uji coba melawan Como, Minggu (28/7), dengan alasan cedera pinggul yang disebut-sebut hanya formalitas.
Sejumlah media Italia, termasuk Corriere dello Sport, Tuttosport, dan Sport Mediaset, meyakini bahwa Jones sebenarnya ingin bergabung dengan Inter. Namun, perbedaan nilai transfer menjadi batu sandungan utama. Liverpool meminta โฌ40 juta, sementara Inter hanya bersedia membayar โฌ30 juta plus bonus. Sikap Inter ini didasari oleh kenyataan bahwa kontrak Jones di Anfield akan habis dalam waktu kurang dari setahun, sehingga nilai jualnya dianggap terlalu tinggi.
Menariknya, Sport Mediaset menyebut alasan cedera yang dikeluarkan Liverpool hanyalah 'kebohongan putih' untuk menutupi keinginan Jones pindah. Pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan sudah sepakat secara lisan untuk bergabung dengan Inter pada musim 2026-27, sekaligus bersatu kembali dengan rekan setimnya di timnas Inggris, John Stones dan Djed Spence, yang lebih dulu memperkuat Nerazzurri.
Strategi Inter dalam negosiasi ini mengingatkan pada cara mereka merekrut Spence dari Tottenham pada bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, Tottenham mematok harga hampir โฌ50 juta, namun akhirnya menurunkan permintaan di akhir Agustus, sehingga Inter berhasil memboyong bek sayap tersebut dengan harga yang lebih masuk akal. Pola yang sama kini dicoba diterapkan untuk Jones.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Inter ini menunjukkan kecerdikan dalam memanfaatkan situasi kontrak pemain. Dengan sisa kontrak yang pendek, kekuatan tawar klub pemilik pemain melemah, dan Inter mencoba mengambil keuntungan dari celah tersebut. Jika berhasil, transfer ini bisa menjadi salah satu kesepakatan paling menarik di bursa musim panas, sekaligus memperkuat lini tengah Inter yang tengah dalam masa transisi.
Di sisi lain, keputusan Liverpool untuk mempertahankan Jones atau melepasnya dengan harga lebih rendah akan menjadi sinyal penting bagi klub-klub lain. Jika Liverpool akhirnya menurunkan permintaan, hal itu bisa membuka pintu bagi klub-klub Italia lainnya untuk mencoba peruntungan dengan taktik serupa. Sebaliknya, jika Liverpool bersikukuh, Inter mungkin harus mencari alternatif lain di bursa transfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang drama transfer pemain Inggris ke Serie A. Meski tidak melibatkan pemain Indonesia secara langsung, dinamika ini menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa bernegosiasi dengan cermat, mempertimbangkan nilai pasar, usia pemain, dan sisa kontrak. Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain, terutama dalam hal kontrak dan negosiasi transfer.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Liverpool akan bersedia menurunkan harga demi menghindari kehilangan Jones secara gratis di akhir musim. Atau, akankah Inter menaikkan tawaran untuk mengamankan pemain incarannya? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah karier Jones dan strategi kedua klub di bursa transfer.



