Anne Hathaway Rindu 'Sihir' Julie Andrews di Princess Diaries 3: Sang Ratu Pensiun dari Layar
Baca dalam 60 detik
- Anne Hathaway mengaku akan merindukan kehangatan dan humor Julie Andrews di film ketiga Princess Diaries, menyusul keputusan Andrews untuk pensiun dari akting layar.
- Julie Andrews, yang berperan sebagai Ratu Clarisse, menolak tawaran tampil karena merasa usianya yang 90 tahun tidak lagi cocok untuk peran tersebut, meski mengaku berat meninggalkan franchise ini.
- Produksi Princess Diaries 3 terus berlanjut dengan naskah baru yang disebut Hathaway sebagai 'terobosan', sementara penulis novel Meg Cabot menyatakan kegembiraannya atas proyek ini.

Anne Hathaway mengaku akan merindukan kehadiran Dame Julie Andrews di film ketiga The Princess Diaries. Aktris berusia 43 tahun itu menyebut Andrews sebagai "konduktor cinta" yang selalu membawa keajaiban ke mana pun ia pergi, setelah veteran berusia 90 tahun itu memutuskan untuk tidak kembali sebagai Ratu Clarisse Renaldi.
Keputusan Andrews mundur dari sekuel yang sudah lama dinantikan ini menjadi pukulan emosional bagi Hathaway, yang akan kembali memerankan Mia Thermopolisโkini Ratu Genovia. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Hathaway mengenang sosok Andrews yang hangat, anggun, dan penuh humor. "Dia membawa sihir ke mana pun dia pergi. Dia konduktor cinta yang luar biasa," ujarnya. "Orang merasa aman untuk mencintainya, dan dia sangat indah dalam menerima serta memberi cinta. Siapa yang tidak ingin berada di dekat orang seperti itu?"
Andrews sendiri mengaku berat menolak tawaran tampil di film ketiga. Kepada InStyle, ia mengatakan bahwa tim kreatif telah memintanya sepanjang tahun lalu, tetapi ia merasa sudah waktunya pensiun dari akting layar. "Sangat, sangat sulit untuk mengatakan tidak, tetapi saya melakukannya karena saya pikir saya sudah punya perjalanan yang indah, dan film ini akan berkembang dengan baik tanpa kehadiran Granny di usia saya," tuturnya.
Kepergian Andrews meninggalkan celah besar, mengingat karakternya sebagai Ratu Clarisse adalah jantung dari dua film sebelumnya. Namun, Hathaway memberikan kabar positif mengenai perkembangan naskah. Kepada SiriusXM's Radio Andy, ia mengungkapkan bahwa tim produksi mengalami "terobosan cerita" setelah naskah sebelumnya dibuang. "Kami harus memulai dari awal dengan arah baru, yang bukan kabar yang ingin didengar semua orang, tetapi kami semua merasa ini akan menjadi yang terbaik," katanya.
Waralaba The Princess Diaries diangkat dari novel karya Meg Cabot yang mengisahkan Mia, seorang remaja biasa yang mendapati dirinya pewaris takhta Genovia. Pada akhir sekuel 2004, Mia dinobatkan sebagai ratu setelah Parlemen menghapus hukum yang mewajibkan ratu menikah. Kisah cintanya dengan Nicholas Devereaux (Chris Pine) juga menjadi sorotan, setelah ia membatalkan pernikahan dengan Andrew Jacoby (Callum Blue).
Meg Cabot, penulis novel aslinya, mengungkapkan kegembiraannya kepada The Hollywood Reporter. "Saya sangat senang ada film ketiga. Saya membaca naskahnya, dan itu luar biasa. Saya minta mereka tidak mengirim lagi karena saya terlalu menyukainya," katanya. "Saya sangat puas dengan apa yang saya baca sejauh ini, tetapi ada beberapa hal dari buku yang terlibat dalam naskah terakhir yang saya baca."
Bagi penggemar di Indonesia, Princess Diaries bukan sekadar film remaja; ia menjadi bagian dari kenangan generasi 2000-an yang tumbuh bersama kisah Mia. Kehadiran film ketiga ini diharapkan mampu membangkitkan nostalgia sekaligus menarik penonton baru. Namun, tanpa Julie Andrews, tantangan terbesar adalah mempertahankan kehangatan yang menjadi ciri khas waralaba ini. Mampukah Hathaway dan tim produksi menghadirkan keajaiban yang sama? Pertanyaan ini akan terjawab ketika film tersebut akhirnya tayang, meski hingga kini tanggal rilis resmi belum diumumkan.



