Man City Siapkan Dana Rp1,5 Triliun untuk Remaja Maroko Ayyoub Bouaddi
Baca dalam 60 detik
- Manchester City dikabarkan memasuki tahap final negosiasi dengan Lille untuk merekrut gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi, dengan nilai transfer mencapai 100 juta euro.
- Langkah ini muncul setelah City menyetujui pelepasan Rodri ke Barcelona senilai 65 juta poundsterling, menandai perombakan besar di lini tengah.
- Jika terealisasi, Bouaddi akan menjadi salah satu pembelian termahal untuk pemain berusia di bawah 20 tahun, sekaligus sinyal ambisi City di bursa transfer.

Manchester City dikabarkan tengah berada dalam tahap pembicaraan lanjutan dengan Lille untuk mengamankan jasa gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi. Nilai transfer yang disepakati mencapai 100 juta euro atau setara Rp1,5 triliun, menjadikannya salah satu rekrutan termahal untuk pemain seusianya. Langkah ini diambil setelah City menyetujui pelepasan Rodri ke Barcelona dengan nilai 65 juta poundsterling, menandai perombakan besar di lini tengah mereka.
Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun, telah mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif bersama Maroko di Piala Dunia 2026. Ia menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan Maroko, membantu timnya melaju hingga perempat final. Sebelumnya, namanya melambung setelah menjadi aktor kunci kemenangan Lille atas Real Madrid di Liga Champions 2024. Kemampuannya sebagai gelandang bertahan yang tenang dan cerdas dalam mengatur tempo permainan membuatnya dijuluki 'konduktor lini tengah'.
Di level klub, Bouaddi telah mencatatkan 88 penampilan untuk Lille sejak debutnya pada Oktober 2023, hanya tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-16. Musim lalu, ia membantu Lille finis di posisi ketiga Ligue 1. Kehadirannya diyakini akan melengkapi gaya permainan Elliot Anderson, rekrutan anyar City yang nyaman bermain sebagai box-to-box midfielder maupun gelandang bertahan. Kombinasi keduanya diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rodri.
Keputusan City melepas Rodri ke Barcelona menjadi sorotan utama. Rodri, yang memenangkan Ballon d'Or 2024, telah menjadi pilar penting sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2019 dengan rekor transfer klub saat itu. Selama tujuh musim, ia mencatatkan 298 penampilan dan meraih berbagai gelar. Meski sempat berkutat dengan cedera lutut serius pada musim 2024-25, Rodri kembali menunjukkan performa terbaiknya di Piala Dunia, membawa Spanyol meraih gelar kedua dan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
Kedatangan Bouaddi juga berpotensi memengaruhi rencana City terhadap Enzo Fernandez dari Chelsea. Menurut sumber terpercaya, manajer Enzo Maresca masih sangat tertarik untuk memboyong gelandang Argentina tersebut. Namun, dengan adanya Bouaddi, City mungkin akan mempertimbangkan ulang prioritas transfer mereka. Situasi ini menciptakan dinamika menarik di bursa transfer, di mana City tampaknya sedang membangun ulang lini tengah dengan wajah-wajah muda berbakat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berani berinvestasi besar pada pemain muda, terutama dari kawasan Afrika dan Asia. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional, di mana pembinaan usia dini dan keberanian memberikan menit bermain kepada pemain muda menjadi kunci. Keberhasilan Bouaddi menembus tim utama Lille sejak usia 16 tahun adalah bukti bahwa talenta muda bisa bersaing di level tertinggi jika diberi kesempatan.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, publik menantikan apakah City akan benar-benar mengamankan Bouaddi dan bagaimana dampaknya terhadap komposisi tim musim depan. Apakah langkah ini akan mengukuhkan dominasi City di Premier League, atau justru menjadi bumerang karena kehilangan pengalaman Rodri? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: Manchester City sedang membangun masa depan dengan fondasi muda yang menjanjikan.



