Badiashile Dikabarkan Segera Jalani Tes Medis di Napoli: Pinjaman dengan Opsi Pembelian €27 Juta
Baca dalam 60 detik
- Bek Chelsea, Benoit Badiashile, dilaporkan akan menjalani pemeriksaan medis di Roma pada Selasa (18/8) sebelum bergabung dengan Napoli dengan status pinjaman.
- Kesepakatan ini mencakup biaya pinjaman €3 juta plus bonus €1 juta, serta opsi pembelian permanen senilai €27 juta.
- Langkah ini merupakan respons darurat Napoli atas cedera panjang yang dialami sejumlah bek utama, termasuk Alessandro Buongiorno yang diprediksi absen hingga awal 2027.

Bek tengah Chelsea, Benoit Badiashile, dikabarkan akan segera menjalani tes medis bersama Napoli pada Selasa (18/8) waktu setempat. Kabar ini mencuat dari sejumlah media Italia, seperti Corriere dello Sport dan Corriere della Sera, yang menyebut pemain berusia 25 tahun itu akan terbang ke Italia pada hari ini juga sebelum pemeriksaan fisik di Villa Stuart, Roma.
Kedatangan Badiashile bukan tanpa alasan. Napoli tengah dilanda krisis lini belakang setelah tiga bek utama mereka—Alessandro Buongiorno, Sam Beukema, dan Luca Marianucci—mengalami cedera pada masa pramusim. Buongiorno bahkan harus menjalani operasi meniskus pada akhir Juli dan diperkirakan baru bisa kembali bermain pada Januari 2027. Situasi ini memaksa klub asal Campania itu bergerak cepat di bursa transfer untuk menambal lubang pertahanan.
Menurut laporan Corriere dello Sport, kesepakatan antara Chelsea dan Napoli berbentuk pinjaman dengan biaya €3 juta plus tambahan €1 juta dalam bentuk bonus. Yang lebih menarik, opsi pembelian permanen dipatok di angka €27 juta. Jika opsi ini dieksekusi, total nilai transfer bisa mencapai €31 juta—masih di bawah €38 juta yang dibayarkan Chelsea kepada Monaco pada 2023 silam untuk memboyong Badiashile.
Bagi Chelsea, melepas Badiashile dengan status pinjaman adalah langkah logis. Sejak didatangkan dari Monaco, pemain asal Prancis itu tercatat tampil 71 kali untuk The Blues. Namun, pada musim 2025-26, ia hanya tampil 16 kali di semua kompetisi—jumlah yang minim untuk pemain sekaliber dirinya. Dengan kedatangan bek-bek baru di Stamford Bridge, menit bermain Badiashile semakin terbatas, sehingga peluang pindah ke Serie A menjadi angin segar bagi kariernya.
Di sisi lain, langkah Napoli ini menunjukkan betapa pentingnya kedalaman skuad di kompetisi seketat Serie A. Dengan jadwal padat dan risiko cedera yang tinggi, klub-klub Italia kerap memanfaatkan bursa pinjaman untuk mengatasi kebutuhan mendesak. Bagi Badiashile, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri di liga yang dikenal kuat secara taktik, sekaligus membuka peluang kembali ke performa terbaiknya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola risiko cedera dan strategi transfer. Selain itu, kehadiran pemain-pemain asing di Serie A sering kali menjadi tolok ukur bagi pemain Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di Eropa. Jika Badiashile sukses di Napoli, bukan tidak mungkin ia menjadi contoh bahwa pemain yang jarang tampil di klub besar bisa bangkit di klub lain.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Napoli akan mengaktifkan opsi pembelian pada akhir musim? Atau justru Chelsea akan memanfaatkan performa apik Badiashile untuk menaikkan harga jualnya di bursa transfer berikutnya? Keputusan ini akan menjadi penentu masa depan sang bek, baik di Italia maupun di Inggris.



