Kunjungan ke Hong Kong Naik 12 Persen, Sektor Penerbangan Makin Kokoh
Baca dalam 60 detik
- Hong Kong mencatat 31,22 juta kunjungan wisatawan pada Januari-Juli 2026, tumbuh 12 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) memperkuat peran sebagai hub penerbangan global dengan 140 maskapai dan 225 destinasi, didukung proyek Skytopia.
- Pemerintah setempat menggarap ekosistem pariwisata terintegrasi, termasuk marina kapal pesiar mewah dan fasilitas seni, untuk menarik wisatawan dengan belanja tinggi.

Hong Kong mencatat 31,22 juta kunjungan wisatawan pada Januari–Juli 2026, melonjak 12 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong konektivitas udara yang efisien dan kalender acara besar yang padat, demikian disampaikan Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, dalam blog mingguannya, Minggu (17/8).
Chan menegaskan bahwa posisi Hong Kong sebagai hub penerbangan internasional bukan hanya vital bagi industri aviasi lokal, tetapi juga menjadi fondasi fisik bagi peran kawasan itu sebagai "super value-adder" dan "super connector". Peran ini mendukung perdagangan, logistik, pameran, pariwisata, serta pertukaran antarmasyarakat yang lebih dinamis.
Pada paruh pertama 2026, Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) menangani lebih dari 200.000 pergerakan penerbangan, naik 4,4 persen secara tahunan. Sementara itu, lalu lintas penumpang meningkat 11,7 persen menjadi 32,8 juta orang. Sekitar 140 maskapai mengoperasikan penerbangan antara Hong Kong dan lebih dari 225 destinasi di seluruh dunia, menawarkan jaringan luas layanan langsung dan transit.
Hong Kong selama ini menjadi destinasi favorit untuk pameran dan konvensi besar, berkat konektivitas global yang mudah. Lebih dari 170 acara digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre dan AsiaWorld-Expo di Pulau Lantau selama enam bulan pertama tahun ini, dengan total kehadiran 3,5 juta orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, 15 maskapai telah pindah ke fasilitas keberangkatan di Terminal 2 HKIA yang dibuka Mei lalu. Fasilitas ini diperkirakan mampu menangani sekitar delapan juta perjalanan penumpang pada tahun pertama, mengurangi tekanan pada alur penumpang keluar. Otoritas Bandara juga gencar mengembangkan bandara pintar, termasuk penggunaan Flight Token—sistem pengenalan wajah yang mempercepat check-in dan boarding. Hingga Juni, 80 persen penumpang yang berangkat telah menggunakan sistem ini.
Chan menambahkan, banyak bandara hub internasional telah bertransformasi menjadi destinasi wisata dan layanan terpadu yang mampu menarik pengunjung dengan nilai belanja tinggi. Menurutnya, HKIA memiliki "potensi besar" untuk mengembangkan area ini. Proyek Skytopia menjadi salah satu andalan: pembangunan tahap kedua AsiaWorld-Expo telah dimulai dan ditargetkan selesai pada 2028, memperluas ruang pameran dan acara skala besar.
Otoritas Bandara juga berencana mengembangkan wisata kapal pesiar dengan memanfaatkan perairan di dekat pulau bandara dan pulau buatan Hong Kong Port. Proyek ini akan menyediakan lebih dari 500 tempat berlabuh kapal pesiar, termasuk untuk kapal super yacht dengan panjang lebih dari 100 meter, serta fasilitas pendukung dan area rekreasi air. Chan mengungkapkan respons "sangat positif" dari investor dan operator lokal maupun internasional; fasilitas kapal pesiar dijadwalkan selesai bertahap mulai 2028.
Skytopia juga akan menghadirkan ekosistem industri seni yang menggabungkan kreasi, apresiasi, perdagangan, dan penyimpanan. Ini mencakup fasilitas penyimpanan karya seni dan barang berharga, serta layanan profesional terkait, yang dijadwalkan beroperasi awal tahun depan.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal persaingan ketat di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur dalam merebut pasar wisatawan dan investasi. Dengan semakin kokohnya Hong Kong sebagai hub penerbangan dan destinasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), Indonesia perlu memperkuat konektivitas udara dan infrastruktur pendukung agar tidak kehilangan pangsa pasar wisatawan regional. Apakah Indonesia akan merespons dengan strategi serupa untuk menarik wisatawan berbelanja tinggi?



