Anwar Usman Hadir di Istana, Isyarat Masuk Wantimpres Prabowo?
Baca dalam 60 detik
- Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman memenuhi undangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ke Istana Negara, Jumat (2/10/2026), menjelang pelantikan Wantimpres.
- Ia mengaku tidak tahu maksud undangan, tetapi menyatakan siap mengabdi jika diminta menjadi anggota Wantimpres.
- Sejumlah tokoh lintas sektor—dari mantan pejabat, akademisi, ulama, hingga aktivis—tampak hadir, memicu spekulasi komposisi Wantimpres mendatang.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman tiba di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026), beberapa saat sebelum upacara pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) digelar. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena ia bukan bagian dari struktur kepanitiaan maupun pejabat yang biasa mengisi acara seremonial di lingkungan kepresidenan.
Kepada awak media, Anwar mengungkapkan bahwa undangan datang mendadak pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00, dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. “Terus terang saya diundang tadi malam, jam 9, oleh Pak Sufmi Dasco Ahmad,” ujarnya. Ia mengaku belum mengetahui maksud spesifik undangan tersebut, apakah sekadar menyaksikan atau ada penugasan lain.
Meski demikian, saat ditanya kesediaannya jika diminta bergabung sebagai anggota Wantimpres, Anwar tidak menutup pintu. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah dan warga negara yang taat konstitusi. “Bagi saya, di mana pun diminta, umpama diminta, saya menjadikan lahan untuk beribadah,” katanya. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa posisi di Wantimpres tengah dipertimbangkan untuknya.
Selain Anwar, sejumlah nama berpengaruh turut terlihat di Istana. Ada mantan Menko PMK Pratikno, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, pengusaha Jusuf Hamka, eks Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mantan Kepala BIN Budi Gunawan, Ketua MUI Anwar Iskandar, politikus PKS Habib Salim Assegaf, eks Gubernur DKI Jakarta Agum Gumelar, mantan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, serta aktivis Rocky Gerung. Kehadiran tokoh agama seperti Quraish Shihab dan Said Aqil Siradj menambah bobot acara.
Komposisi yang melintasi garis politik, akademik, dan keagamaan ini memunculkan beragam tafsir. Sebagian analis menilai Wantimpres di era Prabowo ingin menampung suara dari berbagai lapisan, termasuk mereka yang sebelumnya berseberangan. Namun, kehadiran figur kontroversial seperti Anwar Usman dan Rocky Gerung juga berpotensi memantik perdebatan publik tentang standar integritas lembaga kepresidenan.
Bagi Anwar Usman sendiri, posisi di Wantimpres bisa menjadi babak baru setelah kariernya di dunia peradilan berakhir pahit. Ia diberhentikan dari jabatan Ketua MK oleh Majelis Kehormatan MK pada November 2023 akibat konflik kepentingan dalam putusan yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres. Sejak itu, ia relatif jarang tampil di ruang publik. Kemunculannya di Istana hari ini menandai kembalinya ia ke lingkaran kekuasaan—setidaknya sebagai tamu.
Jika benar Anwar dilantik menjadi anggota Wantimpres, publik berhak mempertanyakan apakah rekam jejak etiknya sejalan dengan semangat reformasi yang digaungkan pemerintah. Sebaliknya, bila ia hanya hadir sebagai undangan, kehadirannya tetap menyiratkan kedekatan dengan lingkar dalam Istana. Skenario apa pun yang terjadi, nama Anwar Usman kembali menjadi sorotan: akankah ia diberi ruang untuk berkontribusi, atau justru menjadi beban politik baru bagi Presiden Prabowo?



