Gugatan US$1,2 Juta ke Selena Gomez: Kuasa Hukum Sebut Tuduhan 'Tak Berdasar'
Baca dalam 60 detik
- Investor Wondermind menuntut pengembalian dana US$1,2 juta, menuding Selena Gomez dan timnya menyembunyikan kondisi keuangan perusahaan.
- Kuasa hukum Selena menegaskan gugatan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan akan mengajukan mosi untuk membatalkan perkara.
- Kontroversi ini muncul di tengah sorotan terhadap tata kelola startup kesehatan mental, termasuk PHK massal yang terjadi sebelumnya.

Kuasa hukum Selena Gomez angkat bicara menanggapi gugatan hukum yang menyebut penyanyi sekaligus aktris itu terlibat dalam praktik penipuan terkait startup kesehatan mental Wondermind. Dalam pernyataan resminya, sang pengacara menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang dilayangkan investor tersebut “tidak berdasar” dan siap dilawan di pengadilan.
Gugatan diajukan di pengadilan federal Delaware pada Kamis (13/08) oleh dua badan usaha, Wondermind SRS 44 LLC dan Bespoke Wondermind LLC. Mereka menuntut pengembalian investasi senilai hampir US$1,2 juta yang ditanamkan pada September 2022, plus ganti rugi, biaya perkara, dan honor pengacara. Selain Selena, turut digugat ibunya sekaligus salah satu pendiri Wondermind, Mandy Teefey, serta mantan mitra bisnis Daniella Pierson.
Dalam gugatannya, para investor mengklaim mereka diberi gambaran yang menyesatkan tentang kondisi Wondermind. Mereka diyakinkan bahwa perusahaan memiliki infrastruktur, kepemimpinan, dan sumber daya yang memadai untuk menjadi platform kesehatan mental yang menguntungkan. Namun, sejumlah janji kemitraan korporasi tidak pernah terealisasi, dan aplikasi Wondermind yang direncanakan pun tak kunjung diluncurkan. Para penggugat juga menuding Selena lalai dalam menjalankan kewajiban promosi dan tidak memanfaatkan pengaruhnya untuk mengembangkan bisnis.
Menanggapi hal itu, pengacara Selena, Mathew S. Rosengart, menyatakan kepada Page Six bahwa tuduhan tersebut “sama sekali tidak berdasar, baik secara faktual maupun hukum”. Ia menambahkan bahwa tim kuasa hukumnya akan “membela mati-matian” dan telah menyiapkan mosi untuk membatalkan gugatan. Pernyataan ini menegaskan sikap Selena yang menolak semua tuduhan dan siap bertarung di meja hijau.
Wondermind sendiri sebenarnya sudah lama diterpa kabar buruk. Forbes pada Mei 2025 melaporkan perusahaan ini memberhentikan 60 persen dari 15 karyawannya setelah para pegawai mengaku tak menerima gaji selama berminggu-minggu. Juru bicara perusahaan saat itu menyebut masalah tersebut sebagai “rasa sakit yang tumbuh”. Sementara itu, Mandy Teefey sebelumnya juga membantah tuduhan yang dilayangkan oleh media The Cut, menyebutnya sebagai fitnah dari karyawan yang kecewa.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan figur publik sekaligus menyoroti tantangan tata kelola di industri startup kesehatan mental. Di Indonesia, fenomena serupa juga patut diwaspadai, mengingat menjamurnya aplikasi dan layanan kesehatan mental yang mengandalkan pendanaan investor. Kasus Wondermind bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya transparansi dan manajemen yang sehat, terutama bagi perusahaan rintisan yang beroperasi di sektor sensitif seperti kesehatan.
Di tengah hiruk-pikuk hukum, Selena Gomez tetap menjalani syuting musim keenam serial “Only Murders in the Building” yang kini pindah produksi ke London. Serial ini menghadirkan sejumlah bintang tamu asal Inggris dan Irlandia, seperti David Tennant, Jodie Whittaker, dan Peter Capaldi. Di luar karier akting dan musiknya, Selena juga dikenal sebagai pendiri Rare Beauty, perusahaan kosmetik yang sukses di pasaran.
Ke depannya, pertanyaan besar yang mengemuka adalah bagaimana pengadilan akan menilai bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak. Apakah gugatan ini akan berlanjut ke persidangan atau kandas di tengah jalan? Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, ada risiko besar yang mengintai para investor dan pebisnis.



