Jenna Dewan Kembali ke Akar Tari di 'Dancing With The Stars': 'Momen Paling Menyenangkan dalam 30 Tahun'
Baca dalam 60 detik
- Jenna Dewan menyebut pengalamannya di Dancing With The Stars sebagai momen paling menyenangkan dalam tiga dekade terakhir.
- Meski berlatar belakang penari profesional, ia menilai para juri tetap menuntut standar lebih tinggi dan dirinya masih pemula di ballroom.
- Kisahnya tentang penerimaan diri pasca-perceraian menjadi cermin bagi banyak orang yang memulai babak baru di usia matang.

Aktris Step Up, Jenna Dewan, kembali ke dunia tari melalui kompetisi Dancing With The Stars dan mengaku bahwa pengalaman tersebut merupakan yang paling menyenangkan dalam 30 tahun terakhir. Perempuan berusia 45 tahun itu memulai karier sebagai penari latar Janet Jackson sebelum melambung lewat film Step Up pada 2006. Kini, ia kembali menunjukkan kemampuan menarinya di panggung yang berbeda.
Dalam wawancara dengan E! News, Dewan mengungkapkan bahwa keterlibatannya di ajang tersebut memberinya perspektif baru. "Ini mungkin hal paling menyenangkan yang saya alami dalam 30 tahun terakhir. Sungguh menyenangkan," ujarnya. Ia juga menyebut momen refleksi ketika menyadari bahwa di usia 45 tahun, tari masih menemukan jalannya kembali ke hidupnya. "Saya sempat berpikir, 'Saya tidak percaya pada usia 45 dan di babak hidup ini, tari masih menemukan saya lagi'," tambahnya. Baginya, pengalaman ini mendorong pertumbuhan dan membangkitkan berbagai emosi yang mendalam.
Meski memiliki latar belakang tari, Dewan merasa para juri Dancing With The Stars secara naluriah menuntut standar yang lebih tinggi darinya. "Ada ekspektasi tertentu terhadap seseorang yang memiliki latar belakang tari yang masuk ke acara ini," katanya. "Mungkin ada sesuatu yang mereka cari yang masih perlu kami kerjakan, atau mungkin justru harus dikurangi. Saya tidak tahu." Ia menegaskan bahwa dalam hal ballroom, ia masih sangat awam. "Saya tidak mengerti bagaimana semua itu bekerja, tapi saya tahu kami tampil setiap minggu dan terus berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya. "Kami ingin terus menunjukkan kegembiraan, cinta, dan koneksi menyenangkan yang kami miliki, serta betapa kami mencintai kesempatan untuk terus menari."
Perjalanan Dewan di Dancing With The Stars bukan sekadar kompetisi tari. Ia sebelumnya membagikan pelajaran hidup yang ia dapat setelah perceraiannya pada 2024 melalui esai untuk majalah InStyle pada Januari 2025. "Tahun lalu saya belajar bahwa hidup memiliki cara membawa Anda tepat pada apa yang perlu Anda pelajari di waktu yang tepat," tulisnya. "Transisi bukan hanya perubahan; itu adalah undangan untuk tumbuh, menyelami ketidaknyamanan, dan menemukan kekuatan yang tidak saya sadari saya miliki." Ia menyoroti bahwa tahun 2024 mengajarkannya banyak tentang dirinya, ketangguhan, dan suaranya. "Saya belajar untuk melepaskan kebiasaan terlalu mengakomodasi dalam hubungan dan duduk dengan ketidaknyamanan. Apa arti sebenarnya dari percaya," ujarnya.
"Awal yang baru terjadi dalam momen-momen sunyi, bukan dalam proklamasi besar. Itu terjadi dalam pilihan-pilihan tenang: memaafkan diri sendiri, muncul lagi, mempercayai proses bahkan ketika terasa tanpa harapan." โ Jenna Dewan
Pernyataan Dewan tentang awal yang baru dan penerimaan diri memiliki resonansi universal, terutama di Indonesia di mana publik figur sering dihadapkan pada ekspektasi tinggi. Kisahnya menggarisbawahi bahwa perempuan di usia matang dapat terus berkembang dan menemukan passion baru, sekaligus menantang stigma seputar perceraian dan peran gender. Bagi banyak orang, pesan Dewan tentang keberanian menghadapi ketidakpastian dan merayakan ketidaksempurnaan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan tidak mengenal batas usia.
Ke depannya, partisipasi Dewan di Dancing With The Stars dapat menjadi sorotan tentang bagaimana masyarakat memandang perempuan yang memulai kembali karier di industri hiburan. Apakah penampilannya akan mengubah cara juri dan penonton menilai penari dengan latar belakang profesional? Dan bagaimana kisahnya menginspirasi mereka yang sedang menghadapi transisi hidup? Yang jelas, Dewan membuktikan bahwa menariโdan hidupโadalah tentang keberanian untuk terus melangkah.



