Trotoar Medan Merdeka Barat Berubah Jadi Taman Tematik, Warga Serbu Berfoto Jelang HUT RI
Baca dalam 60 detik
- Kemenko Polkam mengubah trotoar depan kantornya menjadi taman bertema kemerdekaan dengan tanaman dan hasil bumi, menarik perhatian publik saat CFD.
- Inisiatif ini merupakan instruksi langsung Menko Polkam untuk menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mempercantik kawasan bersejarah Jakarta.
- Fenomena taman pop-up ini menunjukkan tren ruang publik kreatif yang viral di media sosial, berpotensi menjadi ikon baru kawasan Medan Merdeka.

Trotoar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, kini berubah wajah menjadi taman tematik bernama Taman Polkam Merdeka 81. Ruang publik seluas beberapa puluh meter itu langsung menjadi magnet bagi warga yang melintas, terutama saat hari bebas kendaraan bermotor (CFD) pada Minggu pagi. Kehadirannya bukan sekadar penghias jalan, melainkan bagian dari upaya Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyemarakkan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, menjelaskan bahwa penataan trotoar ini merupakan arahan langsung dari Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Proses penataan dimulai pada 14 Agustus 2026, hanya beberapa hari menjelang puncak perayaan kemerdekaan. Berbeda dengan taman kota pada umumnya, Taman Polkam Merdeka 81 tidak hanya menampilkan bunga dan tanaman hias, tetapi juga buah-buahan, sayuran, serta aneka hasil bumi dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemilihan elemen tanaman dan hasil bumi tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Honi, perpaduan itu dimaksudkan untuk merefleksikan kekayaan alam dan keberagaman Indonesia. Lebih dari itu, taman ini dirancang sebagai ruang publik yang menyuarakan semangat kemerdekaan dan kebersamaan. "Bapak Menko Polkam juga berpesan bahwa semangat kemerdekaan harus melahirkan optimisme dan memperkuat persatuan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Yuni, seorang ibu yang datang bersama suami dan dua anaknya, mengaku sengaja mampir setelah mengikuti CFD. "Senang banget, ya, ada tempat seperti ini. Sangat menarik dan bagus. Saya sama anak-anak habis CFD ke sini untuk foto-foto," katanya. Hal serupa diungkapkan Riko, warga Bekasi yang datang bersama pasangannya. Ia mengetahui keberadaan taman ini dari media sosial dan rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk berfoto. "Kami tahunya dari Instagram. Lagi viral dan menarik juga ada taman seperti ini. Jauh-jauh dari Bekasi kami ke sini untuk foto-foto, sekalian setelah olahraga," tuturnya.
Fenomena Taman Polkam Merdeka 81 ini menarik dicermati bukan hanya dari sisi estetika, tetapi juga dari perspektif tata kota dan pariwisata. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang padat, kehadiran ruang hijau pop-up yang instagramable mampu menciptakan daya tarik baru bagi warga. Ini sejalan dengan tren global di mana ruang publik yang kreatif dan bernuansa lokal kerap menjadi viral di media sosial, mendorong kunjungan dan interaksi sosial. Bagi pemerintah, inisiatif semacam ini bisa menjadi model untuk menghidupkan kawasan-kawasan bersejarah tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah taman ini akan dipertahankan setelah perayaan 17 Agustus usai? Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, banyak taman tematik yang dibuat untuk momen tertentu justru terbengkalai setelah acara selesai. Jika Kemenko Polkam serius menjadikan taman ini sebagai ruang publik permanen, perlu ada perawatan berkelanjutan dan integrasi dengan program penghijauan kota. Jika tidak, daya tariknya hanya akan menjadi kenangan sesaat.
Ke depan, keberadaan Taman Polkam Merdeka 81 bisa menjadi pionir bagi instansi pemerintah lain untuk menghadirkan ruang publik yang lebih manusiawi dan dekat dengan masyarakat. Di tengah isu perubahan iklim dan kebutuhan akan ruang terbuka hijau, langkah kecil seperti ini patut diapresiasi. Yang jelas, warga Jakarta dan sekitarnya kini punya alasan baru untuk singgah di kawasan Medan Merdeka, bukan hanya untuk urusan administrasi, tetapi juga untuk menikmati suasana yang lebih asri dan penuh makna kemerdekaan.



