Fase Ketiga Bantuan Tunai Rahmah Mulai Disalurkan: 5,3 Juta Penerima Terima Manfaat
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Malaysia mengucurkan RM1,2 miliar untuk 5,3 juta penerima bantuan tunai Rahmah pada fase ketiga yang mulai disalurkan hari ini.
- Jumlah penerima bertambah 300.000 orang sejak awal tahun, mencerminkan perluasan jaring pengaman sosial di tengah tekanan biaya hidup.
- Total alokasi STR dan SARA tahun ini mencapai RM15 miliar, tertinggi dalam sejarah, dengan komitmen perbaikan tata kelola dan penyaluran tepat sasaran.

Kementerian Keuangan Malaysia mulai menyalurkan bantuan tunai fase ketiga dari program Sumbangan Tunai Rahmah (STR) kepada 5,3 juta warga, dengan total alokasi mencapai RM1,2 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meredam dampak kenaikan biaya hidup yang masih membayangi rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah.
Jumlah penerima pada fase ini tercatat meningkat 300.000 orang dibandingkan awal tahun yang hanya lima juta. Dari total tersebut, 3,9 juta merupakan rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah, sementara 1,4 juta lainnya adalah warga lanjut usia lajang. Peningkatan ini menunjukkan perluasan cakupan bantuan sosial di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.
Bantuan yang disalurkan bervariasi antara RM150 hingga RM600, disesuaikan dengan tingkat pendapatan dan jumlah anak. Adapun untuk warga lanjut usia lajang menerima RM150. Kementerian mencatat total penyaluran untuk tiga fase pertama sepanjang 2026 telah mencapai RM3,6 miliar. Dengan menggabungkan STR dan bantuan pokok bulanan SARA, penerima berpotensi menerima hingga RM3.300 hingga Agustus 2026, di luar pembayaran satu kali SARA untuk seluruh warga negara berusia 18 tahun ke atas.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan bantuan tepat sasaran di tengah tantangan biaya hidup. Menurutnya, jumlah rumah tangga penerima STR naik dari 3,7 juta menjadi 3,9 juta pada fase ketiga. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar memberi bantuan, tetapi juga mendorong perbaikan pendapatan dan standar hidup melalui reformasi ekonomi.
Reformasi keuangan negara dan perbaikan tata kelola dinilai memungkinkan lebih banyak pendapatan negara disalurkan kepada masyarakat. Total alokasi STR dan SARA tahun ini mencapai RM15 miliar, tertinggi dalam sejarah pemerintah federal, hampir tiga kali lipat dibandingkan program Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) pada 2016. Hal ini menunjukkan komitmen fiskal yang kuat untuk memperkuat jaring pengaman sosial.
Penyaluran fase ketiga dilakukan secara bertahap mulai hari ini. Penerima yang memiliki rekening bank akan menerima dana melalui transfer langsung, sementara yang tidak memiliki rekening dapat mengambil tunai di cabang Bank Simpanan Nasional di seluruh negeri. Untuk meminimalkan kebocoran, pendaftaran baru dan banding tetap dibuka sepanjang tahun melalui portal resmi STR.
Kementerian juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tautan palsu dan penipuan yang mengatasnamakan program bantuan. Informasi resmi hanya dapat diakses melalui portal STR dan SARA yang telah ditetapkan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial.
Bagi Indonesia, program STR dan SARA Malaysia menawarkan pelajaran berharga tentang pentingnya integrasi data penerima dan penyaluran bertahap untuk mengurangi kesalahan sasaran. Dengan total alokasi yang besar, efektivitas program ini akan menjadi perhatian publik, terutama dalam memastikan bantuan benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan. Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah model ini dapat diadopsi atau diadaptasi untuk memperkuat sistem perlindungan sosial di Indonesia?



