Inter Resmi Rekrut Djed Spence dari Tottenham: Bek Inggris Jadi Pewaris Dumfries
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengumumkan perekrutan bek sayap Djed Spence dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai €35 juta termasuk bonus.
- Spence, yang pernah dipinjamkan ke Genoa, diplot sebagai pengganti jangka panjang Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid.
- Kedatangan pemain berusia 26 tahun itu memperkuat skuad Nerazzurri yang musim ini juga diperkuat John Stones, memperlihatkan ambisi klub di kancah Eropa.

Inter Milan resmi mengamankan jasa bek sayap asal Inggris, Djed Spence, dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai €35 juta atau sekitar Rp610 miliar, termasuk bonus. Pemain berusia 26 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi hingga Juni 2031, menjadikannya rekrutan keempat Nerazzurri pada bursa transfer musim panas ini.
Kepindahan ini menegaskan agresivitas Inter di pasar transfer, terutama setelah ditinggal Denzel Dumfries yang bergabung dengan Real Madrid. Spence, yang mampu bermain di sisi kanan maupun kiri pertahanan, dinilai sebagai pewaris ideal posisi bek kanan yang ditinggalkan pemain Belanda tersebut. Kehadirannya juga menambah warna Inggris di skuad Inter, menyusul kedatangan John Stones yang lebih dulu bergabung dengan status bebas transfer dari Manchester City.
Proses transfer berjalan cepat. Spence tiba di Milan pada Kamis malam dan langsung menjalani serangkaian tes medis pada Jumat, baik di klub maupun di bawah pengawasan Komite Olimpiade Italia (CONI). Tidak ada kendala berarti, sehingga kontrak pun diteken. Menurut laporan yang beredar, gaji yang diterima Spence diperkirakan mencapai €2,5 juta per musim, ditambah bonus berdasarkan performa.
Bagi Tottenham, penjualan ini menjadi suntikan dana segar. Klub London Utara itu menerima sekitar €31,5 juta di muka, dengan potensi tambahan hingga €3,5 juta dalam bentuk add-ons. Selain itu, Spurs juga menyertakan klausul 10 persen dari harga jual di masa depan, sebuah langkah yang umum dilakukan untuk melindungi nilai aset.
Bagi Spence, ini adalah kembali ke Serie A setelah sebelumnya menjalani masa pinjaman singkat di Genoa pada paruh kedua musim 2024. Pengalaman tersebut dianggap membantunya beradaptasi dengan cepat dengan gaya permainan Italia. Dengan usianya yang baru menginjak 26 tahun pekan lalu, ia masih memiliki ruang berkembang yang besar.
Langkah Inter ini menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Sebagai negara dengan basis penggemar Serie A yang besar, kepindahan pemain sekaliber Spence akan meningkatkan daya tarik liga Italia di mata pecinta sepak bola Tanah Air. Selain itu, strategi Inter yang berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda menunjukkan bahwa klub-klub Eropa semakin serius dalam membangun skuad jangka panjang, sebuah pelajaran yang relevan bagi pengembangan sepak bola Indonesia yang tengah gencar melakukan naturalisasi pemain.
Dengan tambahan amunisi baru, Inter diprediksi akan tampil lebih solid musim depan. Pertanyaannya, mampukah Spence memenuhi ekspektasi tinggi sebagai penerus Dumfries dan membawa Inter bersaing di papan atas Liga Champions? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi langkah ini jelas menunjukkan ambisi besar Nerazzurri untuk kembali berjaya di Eropa.



