Djed Spence Resmi ke Inter: Bek Inggris yang Siap Ambil Risiko demi Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengamankan jasa Djed Spence dari Tottenham dengan nilai transfer mencapai โฌ35 juta plus bonus, kontrak hingga 2031.
- Pemain berusia 24 tahun itu menjadi suksesor Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid, dengan keunggulan fleksibilitas posisi dan kemampuan bertahan.
- Spence mengaku terpikat oleh sejarah dan koleksi trofi Inter, serta bertekad menambah kontribusi gol dan assist untuk tim barunya.

Inter Milan resmi mengumumkan kedatangan bek sayap asal Inggris, Djed Spence, dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 24 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi hingga Juni 2031 di Giuseppe Meazza, setelah menyelesaikan serangkaian tes medis pada Jumat (14/7/2025). Nilai transfernya mencapai โฌ35 juta termasuk bonus, dengan klausul 10 persen dari penjualan di masa depan yang menjadi hak Tottenham.
Kepindahan ini menempatkan Spence sebagai pengganti Denzel Dumfries yang pindah ke Real Madrid. Meski berstatus bek kanan, ia juga lihai bermain di sisi kiri, memberi Simone Inzaghi opsi taktis yang lebih luas. Yang menarik, kemampuan bertahannya dinilai lebih solid dibanding pendahulunya, meski kontribusi ofensifnya masih perlu ditingkatkan.
Spence bukan nama asing di Serie A. Pada 2024, ia sempat dipinjamkan ke Genoa dan merasakan atmosfer San Siro sebagai lawan. Kini, ia kembali dengan status pemain Inter. "Saya ingat itu waktu yang hebat. Banyak legenda bermain di sana. Itu pengalaman spesial, dan sekarang saya senang kembali sebagai pemain Inter," ujarnya kepada situs resmi klub.
Perjalanan karier Spence cukup unik untuk pemain Inggris. Ia telah merasakan kompetisi di Inggris, Prancis, dan Italia. Pengalaman bermain di luar negeri diakuinya membentuk karakternya. "Anda belajar banyak saat bermain di luar negeri. Saya bisa bilang saya menjadi dewasa di sana, dan saya bersyukur atas pengalaman itu," tambahnya.
Inter sendiri baru saja meraih Scudetto dan Coppa Italia musim lalu, sebuah double domestik yang menambah deretan trofi di lemari klub. Spence mengaku terpikat oleh sejarah tersebut. "Anda hanya perlu melihat ke belakang kami, semua trofi itu. Ini benar-benar klub yang besar," katanya.
Spence juga mengenang momen ikonik saat melakukan clearance di garis gawang pada semifinal Piala Dunia melawan Argentina. Ia menegaskan, "Saya tipe pemain yang suka mengambil risiko, dan itulah yang akan Anda lihat dari saya di Inter." Keberaniannya dalam duel dan membawa bola menjadi modal utama, namun ia sadar perlu menambah gol dan assist untuk bersinar di level tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik pemain dengan profil fleksibel dan mentalitas kuat. Inter, yang kerap menjadi kiblat taktik di Asia Tenggara, kini memiliki tambahan amunisi yang bisa menjadi pembeda di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dengan kontrak jangka panjang dan kepercayaan penuh dari klub, Spence memiliki panggung untuk membuktikan diri. Pertanyaannya, mampukah ia memenuhi ekspektasi publik San Siro yang terbiasa dengan bek sayap agresif ala Javier Zanetti? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pemain yang mengaku lahir dari pengalaman merantau itu.



