Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Imbangi Roma 2-2 dalam Uji Coba
Baca dalam 60 detik
- Dortmund sempat tertinggal dua gol di awal laga, namun berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
- Laga uji coba ini menjadi ajang pemanasan bagi kedua tim menjelang musim kompetisi resmi.
- Hasil imbang ini memberikan sinyal positif bagi Dortmund dalam hal mental bertanding, meski masih ada pekerjaan rumah di lini pertahanan.

Borussia Dortmund mempertontonkan kebangkitan dramatis saat menjamu AS Roma dalam laga uji coba pramusim di Signal Iduna Park, Jumat dini hari WIB. Tertinggal dua gol di sepuluh menit pertama, tim asuhan Niko Kovaฤ akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2. Pertandingan yang berlangsung di hadapan sekitar 81.000 penonton ini menjadi pemanasan terakhir bagi kedua tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Roma tampil mengejutkan dengan memimpin cepat melalui Paulo Dybala pada menit kelima. Pemain asal Argentina itu memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Dortmund. Empat menit berselang, keunggulan Roma bertambah setelah sundulan Bryan Cristante memanfaatkan sepak pojok Dybala. Dortmund tampak tertekan dan kesulitan keluar dari tekanan lawan.
Namun, Dortmund perlahan bangkit. Julian Ryerson memperkecil ketertinggalan pada menit ke-12 setelah menerima umpan matang dari Daniel Svensson. Gol tersebut membangkitkan semangat tuan rumah. Serhou Guirassy kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui eksekusi tendangan bebas yang diarahkan dengan kaki luar. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan menurun. Kedua tim tetap menciptakan peluang, namun penyelesaian akhir kurang maksimal. Kiper Roma, Mile Svilar, tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Konstantinos Karetsas, yang juga membentur tiang gawang. Di sisi lain, kiper Dortmund, Gregor Kobel, sukses menepis tendangan bebas Dybala. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-2.
Pelatih Dortmund, Niko Kovaฤ, diyakini cukup puas dengan semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Namun, ia juga patut waspada terhadap celah pertahanan yang menyebabkan dua gol cepat Roma. Pertandingan ini menjadi evaluasi penting sebelum Dortmund menghadapi kompetisi Bundesliga yang menuntut konsistensi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan kualitas dua klub besar Eropa. Selain itu, performa pemain seperti Guirassy dan Ryerson bisa menjadi sorotan, mengingat mereka berpotensi menjadi pemain kunci di musim ini. Pertanyaan besarnya, akankah Dortmund mampu memperbaiki lini belakang mereka sebelum musim resmi bergulir?



