Xavi Resmi Latih Timnas Belanda: Sirkel Panjang Barcelona-Ajax Kembali Terjalin
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Spanyol, Xavi Hernandez, resmi menukangi Timnas Belanda dengan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030.
- Penunjukan ini mengakhiri enam pekan perburuan pelatih yang sempat ditolak Arne Slot dan Erik ten Hag.
- Xavi dianggap sebagai 'putra sepak bola Belanda' karena kedekatan filosofi permainan yang diwarisi dari Johan Cruyff dan Rinus Michels.

Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda pada Rabu malam (13/8), menuntaskan pencarian panjang yang sempat memicu kritik media setempat. Keputusan ini tidak hanya mengakhiri enam pekan spekulasi, tetapi juga menghidupkan kembali hubungan historis antara sepak bola Belanda dan Barcelona yang telah berakar sejak era Total Football.
Mantan gelandang Barcelona itu menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Xavi, yang pernah membawa Spanyol juara dunia 2010 sebagai pemain, menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Ia menjadi pelatih asing pertama yang menukangi Oranje sejak Ernst Happel dari Austria pada Piala Dunia 1978.
Perjalanan menuju penunjukan ini tidak mulus. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sempat menghadapi serangkaian penolakan dari kandidat utama, termasuk Arne Slot yang kini menangani Liverpool dan Erik ten Hag yang baru saja hengkang dari Manchester United. Tekanan media pun meningkat, namun akhirnya KNVB memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada pelatih yang belum pernah menukangi tim nasional sebelumnya.
Bagi Xavi, tugas ini terasa personal. Dalam pernyataan resminya, ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sepak bola Belanda. "Sebagai seseorang yang dididik di akademi Barcelona dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa terhubung secara khusus dengan sepak bola Belanda. Boleh dibilang saya adalah anak dari sepak bola Belanda," ujarnya. Ia juga menyebut kepercayaan ini sebagai kehormatan besar.
Hubungan Xavi dengan Belanda memang tidak bisa dilepaskan. Ia pernah bermain di bawah asuhan Frank Rijkaard dan Louis van Gaal, yang memberinya debut di Barcelona pada 1998. Ia juga sempat menjadi rekan setim sejumlah pemain Belanda legendaris seperti Frank de Boer, Ronald de Boer, Marc Overmars, dan Patrick Kluivert. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang budaya sepak bola Belanda yang mengedepankan penguasaan bola, pressing ketat, dan transisi cepat.
Filosofi yang diusung Xavi sejalan dengan identitas sepak bola Belanda yang dibangun sejak era Rinus Michels dan Johan Cruyff di Ajax Amsterdam pada awal 1970-an. Cruyff, yang kemudian melatih Barcelona, menjadi jembatan yang mempertemukan gaya permainan kedua klub. Pengaruhnya terasa hingga ke era Pep Guardiola, yang menjadikan Xavi sebagai motor permainan di lini tengah Barcelona pada 2008-2012.
Kini, Xavi dihadapkan pada tantangan besar: membangun kembali kejayaan Belanda yang terakhir mencapai final Piala Dunia 2010. Ia harus segera mempersiapkan tim untuk Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Sebelum itu, Oranje akan menjalani empat pertandingan Nations League melawan Jerman, Serbia (dua kali), dan Yunani pada jeda internasional September-Oktober. Ini menjadi ujian awal bagi Xavi untuk meracik strategi dan membangun chemistry tim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, penunjukan Xavi menarik untuk disimak karena gaya bermain Belanda yang atraktif kerap menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola Asia, termasuk Indonesia. Kehadiran pelatih sekaliber Xavi di kancah internasional juga bisa menjadi inspirasi bagi para pelatih lokal untuk terus mengasah filosofi permainan, bukan sekadar mengejar hasil instan.
Langkah Xavi bersama Belanda akan menjadi sorotan. Mampukah ia mengulang sukses sebagai pemain dan pelatih di level klub? Atau justru beban sejarah dan ekspektasi tinggi akan menjadi batu sandungan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: sepak bola Belanda kembali memiliki figur sentral yang memahami akar budayanya.



