Enam Tahun Menyeberang Sungai Demi Sekolah, Kini Jembatan TNI Hadir di Uduwey
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri, dengan salah satu dampak langsung dirasakan warga Papua Barat.
- Kampung Uduwey yang selama enam tahun terisolasi oleh sungai kini memiliki akses transportasi yang memadai, memangkas risiko keselamatan dan membuka peluang ekonomi.
- Program infrastruktur militer ini menyoroti peran aktif TNI dalam pembangunan sipil, sekaligus menjadi ujian konsistensi pemerintahan Prabowo dalam mengurangi kesenjangan akses di wilayah terpencil.

Setelah enam tahun lamanya warga Kampung Uduwey di Papua Barat harus menanggalkan alas kaki dan meniti jalur menurun setiap kali hendak menyeberangi sungai, kini sebuah jembatan permanen akhirnya berdiri dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan virtual dari Istana Merdeka, Kamis. Peresmian ini menjadi bagian dari gelombang besar pembangunan infrastruktur oleh aparat keamanan yang mencakup 3.395 jembatan serta 3.000 titik sumber air bersih di seluruh Indonesia.
Rumerus, tokoh agama yang mewakili warganya dalam dialog daring dengan kepala negara, menggambarkan betapa beratnya kehidupan sehari-hari sebelum adanya jembatan. Anak-anak sekolah harus berjalan menuruni tebing dan melepas sepatu sebelum menerobos arus sungai. Ketika hujan deras mengguyur, aktivitas warga praktis terhenti karena arus menjadi terlalu berbahaya untuk dilintasi. โKami melewati sungai ini selama 6 tahun. Mungkin Bapak bisa rasakan apa yang kami rasakan,โ ujarnya dalam kesempatan yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar memangkas jarak tempuh, melainkan mengubah secara fundamental akses warga terhadap layanan dasar. Bagi sekitar 70 keluarga di Uduwey, jembatan berarti anak-anak tidak lagi mempertaruhkan keselamatan demi sampai ke sekolah, dan roda ekonomi harian tidak lagi tersandera oleh kondisi cuaca. Rumerus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang disebutnya bekerja siang dan malam mewujudkan kehadiran negara di tanah Papua.
Gelombang pembangunan serupa juga menyentuh Pulau Raas di Sumenep, Jawa Timur, yang selama ini terisolasi dengan jarak tempuh enam jam pelayaran dari pusat kabupaten. Perwakilan warga menyampaikan terima kasih atas pembangunan lima titik sumur bor yang dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian. โKami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden karena sudah membangunkan sumur bor lima titik di kecamatan kami,โ kata perwakilan tersebut, mewakili jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Program ini menegaskan peran ganda TNI-Polri yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi ujung tombak pembangunan di daerah-daerah yang selama ini luput dari perhatian. Bagi pemerintahan Prabowo, inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen mengurangi kesenjangan infrastruktur antara Jawa dan kawasan timur Indonesia. Namun, yang menjadi pertanyaan krusial adalah keberlanjutan: apakah pembangunan fisik ini akan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di wilayah-wilayah terpencil tersebut?
Ke depan, tantangan yang dihadapi bukan lagi sekadar membangun jembatan atau sumur, melainkan memastikan infrastruktur tersebut terpelihara dan berdampak jangka panjang. Apakah pemerintah akan menyiapkan skema pemeliharaan yang melibatkan masyarakat setempat, atau akankah aset-aset ini kembali terbengkalai seperti yang kerap terjadi? Jawaban atas pertanyaan inilah yang akan menentukan apakah program ini benar-benar menjadi titik balik pembangunan di wilayah terpencil, atau sekadar seremoni belaka.



