Prabowo: Maruli dan Listyo Layak Duduki Puncak TNI-Polri Berkat Prestasi dan Pengabdian
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto secara virtual meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih hasil karya TNI-Polri di Lebak, Banten, sambil melontarkan pujian terhadap KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Prabowo menilai keduanya pantas menduduki jabatan tertinggi di institusi masing-masing karena rekam jejak prestasi, dedikasi, dan kapabilitas yang teruji, serta menegaskan bahwa kebaikan seorang pemimpin akan selalu terekam oleh rakyat.
- Peresmian infrastruktur ini menjadi simbol sinergi TNI-Polri dalam pembangunan nasional, sekaligus mengirim sinyal politik bahwa kepemimpinan di tubuh keamanan dinilai berdasarkan kinerja nyata, bukan sekadar loyalitas.

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan tinggi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyebut keduanya layak menempati posisi puncak institusi masing-masing berkat prestasi, pengabdian, dan kemampuan yang telah teruji. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI-Polri di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (19/2).
Dalam sambutan virtual dari Istana Merdeka, Prabowo menegaskan bahwa kenaikan pangkat dan jabatan di tubuh militer serta kepolisian tidak lepas dari penilaian objektif terhadap kinerja. "Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira tertinggi di Angkatan Darat, itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya. Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya," ujar Presiden.
Pujian ini muncul di tengah sorotan publik terhadap dinamika internal TNI-Polri, terutama terkait mutasi dan rotasi jabatan yang kerap menimbulkan spekulasi. Dengan pernyataan ini, Prabowo tampak ingin menegaskan bahwa kepemimpinan di institusi keamanan didasarkan pada meritokrasi, bukan sekadar kedekatan politik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat profesionalisme aparat keamanan di tengah berbagai tantangan, mulai dari ancaman siber hingga gangguan keamanan di daerah.
Lebih dari sekadar seremoni, peresmian infrastruktur di Lebak ini menjadi bukti nyata peran TNI-Polri dalam pembangunan masyarakat. Jembatan yang diresmikan tersebar di berbagai daerah, menghubungkan desa-desa terpencil yang selama ini terisolasi. Sementara itu, sumber air bersih yang dibangun TNI AD diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar warga, terutama di musim kemarau. Bagi masyarakat Indonesia, kehadiran infrastruktur ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga simbol kehadiran negara di tengah rakyat.
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa setiap perbuatan baik seorang pemimpin akan selalu dipantau dan diingat oleh rakyat. "Semua perbuatan baik, semua pengabdian yang baik oleh pribadi, oleh pejabat, oleh pemimpin, itu sesungguhnya dimonitor, dipantau, dicatat, diingat oleh rakyat," katanya. Pernyataan ini mengandung pesan moral yang kuat, tidak hanya bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi seluruh pejabat publik agar senantiasa mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal. Dengan melibatkan TNI-Polri, proyek-proyek ini diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi keamanan dan pemerintah daerah. Ke depan, publik akan menanti apakah program serupa akan diperluas ke wilayah lain, terutama di kawasan timur Indonesia yang masih membutuhkan banyak perbaikan infrastruktur dasar. Pertanyaannya, mampukah kolaborasi ini menjadi model tetap dalam pembangunan nasional, atau hanya sekadar program sesaat?



