Tottenham Lepas Djed Spence ke Inter, Lanjutkan Aksi Jual Pemain Musim Panas
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan disebut-sebut hampir mencapai kesepakatan dengan Tottenham untuk transfer bek sayap Djed Spence dengan nilai lebih dari £26 juta.
- Kepindahan ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran Tottenham di bawah Roberto De Zerbi, yang telah menghabiskan hampir £240 juta untuk rekrutan baru.
- Spence, yang sempat dipinjamkan ke Genoa, diharapkan mengisi posisi bek sayap yang ditinggalkan Denzel Dumfries di Inter.

Inter Milan dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan jasa Djed Spence dari Tottenham Hotspur, dengan nilai transfer diperkirakan menembus angka £26 juta. Kabar ini dihembuskan oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, yang menyebut kedua klub tengah dalam tahap akhir negosiasi. Langkah ini menjadi bagian dari gelombang penjualan besar-besaran yang dilakukan Tottenham pada bursa transfer musim panas ini.
Sejak ditangani Roberto De Zerbi, Tottenham memang tengah melakukan perombakan total. De Zerbi mewarisi skuad yang nyaris terdegradasi setelah finis di peringkat 17, dan ia merespons dengan belanja besar-besaran. Hampir £240 juta telah dikucurkan untuk mendatangkan pemain anyar seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke. Namun, pengeluaran sebesar itu tentu harus diimbangi dengan penjualan pemain untuk menjaga keseimbangan keuangan klub.
Djed Spence menjadi nama terbaru yang siap hengkang. Bek sayap berusia 26 tahun ini sebelumnya sempat kesulitan menembus tim utama Tottenham sejak didatangkan dari Middlesbrough pada 2022. Ia sempat dipinjamkan ke Rennes, Leeds United, dan Genoa sebelum akhirnya kembali dan menunjukkan performa impresif. Penampilannya bahkan mengantarnya masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia musim panas ini di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Namun, persaingan di lini belakang Tottenham semakin ketat. Pedro Porro menjadi pilihan utama di sisi kanan, sementara Destiny Udogie dan rekrutan anyar Andy Robertson siap mengisi sisi kiri. Spence pun menginginkan menit bermain reguler, dan Inter dinilai sebagai destinasi yang tepat. Klub asal Italia tersebut membutuhkan bek sayap setelah melepas Denzel Dumfries ke Real Madrid. Spence sendiri sudah akrab dengan Serie A setelah menjalani masa peminjaman di Genoa.
Kepindahan Spence ke Inter juga menjadi sinyal bahwa Tottenham serius dalam membangun skuad yang lebih ramping dan sesuai dengan filosofi De Zerbi. Selain Spence, beberapa pemain lain juga dikabarkan akan menyusul hengkang. Cristian Romero tengah dalam pembicaraan dengan Atletico Madrid, sementara Guglielmo Vicario santer dikaitkan dengan klub Italia. Nottingham Forest juga dikabarkan memantau Dominic Solanke.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin agresif dalam merombak skuad demi menjaga keberlanjutan finansial, terutama setelah pandemi. Pola ini juga mulai diadopsi oleh klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mulai berinvestasi besar namun tetap rasional dalam pengeluaran.
"Spence adalah pemain yang cocok dengan sistem Inter. Kecepatan dan daya juangnya akan menjadi aset berharga di Serie A," ujar analis sepak bola Italia, Marco Rossi, dalam wawancaranya dengan media lokal.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir bulan, keputusan Tottenham untuk melepas Spence akan menjadi ujian bagi De Zerbi dalam membangun tim yang kompetitif. Apakah langkah ini akan membawa kesuksesan bagi kedua klub? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, bursa transfer musim panas ini menjadi salah satu yang paling sibuk dalam sejarah Tottenham.



