Lazio Kian Dekat Rekrut Frattesi: Pinjam dengan Kewajiban Tebus, Inter Siap Lepas?
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan Lazio-Inter untuk Frattesi tinggal menunggu pemicu pembelian permanen, dengan nilai total โฌ15 juta.
- Transfer ini menjadi ujian bagi Lazio yang tengah dilanda protes suporter dan keterbatasan finansial.
- Jika jadi, Frattesi akan menjadi rekrutan besar pertama era Gattuso di tengah tekanan publik.

Lazio bergerak cepat di bursa transfer Januari dengan mengajukan proposal anyar kepada Inter Milan untuk mengamankan jasa gelandang Davide Frattesi. Nilai kesepakatan yang beredar mencapai โฌ15 juta, dengan skema pinjaman yang diikuti kewajiban pembelian permanen. Kabar ini mengemuka dari sejumlah sumber terpercaya di Italia, termasuk jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano.
Yang masih menjadi ganjalan hanyalah klausul pemicu yang akan mengaktifkan kewajiban tebus. Beberapa opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari jumlah penampilan Frattesi hingga posisi Lazio di klasemen akhir musim. Namun, peluang Lazio menembus zona Eropa musim ini dinilai tipis, sehingga kondisi tersebut tampaknya tidak akan dijadikan dasar.
Kedatangan Frattesi diharapkan menjadi suntikan tenaga baru di lini tengah Lazio, yang musim ini tampil inkonsisten. Namun, langkah ini juga sarat risiko mengingat situasi klub yang tengah dilanda gejolak. Pemilik klub, Claudio Lotito, menjadi sasaran protes suporter yang kian meluas akibat kebijakan transfer yang dinilai tidak ambisius dan hasil tim yang mengecewakan.
Musim 2025/2026 memang menjadi ujian berat bagi Lazio. Larangan transfer musim panas lalu membatasi ruang gerak klub, dan mereka hanya bisa beroperasi dengan neraca nol pada bursa musim panas. Kepergian Maurizio Sarri digantikan oleh Gennaro Gattuso, yang dituntut langsung membenahi performa tim. Kini, dengan adanya peluang mendatangkan Frattesi, Lazio tampaknya ingin menunjukkan keseriusan di tengah keterbatasan.
Bagi Inter, melepas Frattesi bukanlah keputusan mudah. Gelandang berusia 25 tahun itu merupakan bagian penting dari skuad asuhan Simone Inzaghi, meski musim ini lebih sering menjadi pelapis. Dengan nilai jual yang menguntungkan, Inter mungkin memanfaatkan momen ini untuk merombak skuad dan mendatangkan pemain incaran lainnya.
Konteks domestik Indonesia: Bagi penggemar Serie A di Indonesia, transfer ini menarik karena Frattesi adalah salah satu gelandang muda Italia yang menjanjikan. Kehadirannya di Lazio bisa meningkatkan daya saing klub di papan tengah, sekaligus menambah warna persaingan Scudetto yang selama ini didominasi Inter dan Juventus. Selain itu, langkah Lazio ini menjadi contoh bagaimana klub dengan keterbatasan finansial tetap bisa bergerak cerdas di bursa transfer, sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub Asia Tenggara yang kerap menghadapi kendala serupa.
Menurut analis sepak bola Italia, kesepakatan ini menunjukkan bahwa Lazio serius membangun skuad kompetitif meski dihantui masalah internal. "Frattesi adalah pemain dengan kualitas tinggi yang bisa langsung menjadi starter," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. "Namun, tekanan dari suporter akan semakin besar jika ia gagal beradaptasi."
Jika transfer ini tuntas, Lazio akan mendapatkan gelandang bertipe box-to-box yang mampu membantu pertahanan sekaligus menusuk ke kotak penalti lawan. Frattesi dikenal memiliki energi tinggi dan naluri mencetak gol yang baik, sesuatu yang sangat dibutuhkan Lazio yang musim ini sering kesulitan membongkar pertahanan rapat.
Di sisi lain, keputusan Inter melepas Frattesi juga bisa menjadi sinyal bahwa mereka tengah merencanakan perombakan besar-besaran. Dengan dana segar dari penjualan ini, Inter bisa membidik target lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis Inzaghi.
Ke depannya, publik menanti apakah kesepakatan ini akan diumumkan dalam waktu dekat. Jika Lazio berhasil mengamankan Frattesi, itu akan menjadi pernyataan niat yang kuat di tengah krisis. Namun, jika gagal, protes suporter terhadap Lotito bisa semakin memuncak. Pertanyaannya, akankah Frattesi menjadi penyelamat atau justru pemicu konflik baru di ibu kota Italia?



