Tielemans Akui Utang Budi ke Aston Villa, tapi Tegaskan Manchester United di Atas Segalanya
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Belgia Youri Tielemans resmi berseragam Manchester United setelah klausul rilis ยฃ35 juta diaktifkan pada bursa transfer musim panas ini.
- Tielemans menilai kepindahan ini sebagai puncak karier, namun tetap bertekad membawa kesuksesan bagi Setan Merah, bukan sekadar menjadi pemain pelengkap.
- Kehadirannya di lini tengah diharapkan memberi ruang lebih bagi Bruno Fernandes dan mengubah gaya main United dari sekadar mengandalkan serangan balik.

Youri Tielemans akhirnya mewujudkan mimpinya bergabung dengan Manchester United setelah dua kali gagal di masa lalu. Gelandang Belgia berusia 29 tahun itu ditebus dari Aston Villa dengan nilai transfer ยฃ35 juta pada Juli lalu, menandai babak baru dalam kariernya yang sudah menempuh 668 pertandingan di level klub dan tim nasional.
Kepindahan ini bukan tanpa cerita. United sebenarnya sudah meminatinya sejak 2019, saat Tielemans tampil impresif dalam masa pinjaman di Leicester City. Dua tahun berselang, klub asal Manchester itu kembali mendekatinya, namun urusan batal karena terlalu fokus mengejar Frenkie de Jong. Baru pada musim panas ini, ketika Tielemans sedang membela Belgia di Piala Dunia, kesepakatan akhirnya tercapai.
Dalam wawancara perdananya yang panjang sejak bergabung, Tielemans mengaku tenang dan tidak berharap banyak pada bursa transfer musim panas ini. Ia lebih fokus membela negaranya di ajang Piala Dunia. Namun, ia sadar betul bahwa klausul rilisnya bisa diaktifkan kapan saja. "Saya sangat berterima kasih kepada Aston Villa. Saya berutang banyak pada mereka. Klub itu hebat, kami melakukan hal-hal luar biasa, dan mereka mengembalikan performa terbaik saya. Tapi ada klub yang berada di atas Villa, dan Manchester United adalah salah satunya," ujarnya.
Bagi Tielemans, bergabung dengan United adalah pencapaian besar bagi setiap pemain. Namun, ia tidak mau berpuas diri. "Itu berarti Anda telah melakukan yang terbaik dalam karier. Tapi itu tidak berakhir di sini. Saya ingin sukses," tegasnya. Sikap ini menunjukkan ambisi besar yang ingin ia buktikan di Old Trafford, bukan sekadar menjadi pemain pelengkap.
Kehadiran Tielemans di lini tengah United langsung menuai sorotan. Chemistry-nya dengan kapten Bruno Fernandes mulai terlihat, bahkan dalam 26 menit bermain bersama saat melawan Paris Saint-Germain di Gothenburg pekan lalu. "Dia pemain yang mudah mencari ruang. Saya hanya mencoba memberinya bola agar dia bisa bergerak maju," kata Tielemans. Pelatih Michael Carrick pun memberi kepercayaan penuh, memintanya untuk bebas di lapangan dan mengatur tim sebaik mungkin.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian: kondisi fisik Tielemans. Ia sempat mengalami masalah saat pemanasan jelang laga perempat final Piala Dunia melawan Spanyol, yang memaksanya mundur. Ia mengakui itu akibat akumulasi pertandingan yang padat. "Saya merasa sangat baik, sebenarnya. Di laga terakhir itu, itu hanya kelebihan beban karena terlalu banyak pertandingan dan menit bermain. Sayangnya, tubuh saya tidak bisa mengatasinya lagi," jelasnya. Meski begitu, ia menegaskan tidak termasuk pemain yang mutlak butuh istirahat, dan akan memberi tahu pelatih jika kondisinya tidak prima.
Di balik lapangan, Tielemans juga mendapat dukungan dari wajah-wajah lama. Jonny Evans, mantan rekan setimnya di Leicester, memberikan referensi positif kepada Carrick. Ia juga sempat bermain bersama Harry Maguire dan Marcus Rashford. Soal Rashford yang kembali ke klub masa kecilnya setelah sempat hengkang ke Villa, Tielemans memberikan pujian. "Banyak pembicaraan tentang dia, tekanan dan media mengelilinginya, tapi dia sangat baik. Dia rendah hati dan pekerja keras, dan sejak latihan pertama Anda bisa melihat sentuhan dan akselerasinya luar biasa. Itu yang kami butuhkan saat itu. Dia melakukan banyak hal baik dan semoga dia bisa membawanya ke sini," ungkapnya.
Kedatangan Tielemans diyakini menjawab kebutuhan United akan gelandang kreatif yang bisa membongkar pertahanan lawan, sebuah peran yang kosong sejak kepergian Carrick pada 2018. Dengan adanya Tielemans, Fernandes diharapkan lebih leluasa bergerak ke depan, dan United bisa lebih menguasai permainan, tidak hanya mengandalkan serangan balik. Ini adalah perubahan taktis yang dinantikan para penggemar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Tielemans ke United menambah daya tarik Premier League yang memang punya basis penggemar besar di Tanah Air. Gaya bermainnya yang tenang dan visi umpannya bisa menjadi tontonan menarik, sekaligus memberi warna baru bagi persaingan gelar musim ini. Pertanyaannya, akankah Tielemans mampu langsung beradaptasi dan menjadi kunci kebangkitan United? Atau justru akan tenggelam di tengah tekanan besar Old Trafford? Musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya.



