Joseph Schooling Luncurkan Beasiswa Rp 156 Juta untuk Perenang Muda Singapura
Baca dalam 60 detik
- Program beasiswa anyar atas nama Joseph Schooling menyediakan dana awal SGD 200.000 untuk dua perenang muda.
- Penerima beasiswa akan mendapat pendampingan langsung dari Schooling dan dukungan finansial selama dua tahun.
- Inisiatif ini diharapkan menjadi model pembinaan atlet di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Joseph Schooling, satu-satunya perenang Singapura yang pernah meraih medali emas Olimpiade, kembali mencuri perhatian. Bukan lewat prestasi di kolam renang, melainkan lewat langkah filantropisnya: ia menggagas beasiswa senilai SGD 10.000 (sekitar Rp 118 juta) per tahun bagi dua atlet muda. Program ini dirancang untuk menempa generasi penerus akuatik Singapura, sekaligus menjadi warisan nyata dari perjuangan panjangnya menuju puncak Olimpiade Rio 2016.
Dana awal sebesar SGD 200.000 telah disiapkan untuk menghidupkan program ini. Angka tersebut mencerminkan kontribusi 20 persen yang pernah diberikan Schooling kepada Singapore Aquatics dari bonus emas Olimpiadenya. Kini, ia memutar kembali investasi itu untuk membuka jalan bagi atlet lain. Menurut pengurus Singapore Aquatics, melalui penggalangan dana berkelanjutan, cakupan program ini akan diperluas agar semakin banyak perenang muda yang terbantu.
Yang menarik, seleksi penerima beasiswa tidak hanya menilai kecepatan berenang. Panitia akan mencari atlet yang memiliki ketangguhan mental, tujuan yang jelas, dan keberanianโkualitas yang menurut Schooling telah membawanya dari mimpi kecil di usia delapan tahun hingga menjadi juara Olimpiade. Para kandidat yang masuk daftar pendek akan menjalani sesi tatap muka dengan Schooling sendiri, sebuah proses yang dirancang untuk menggali aspirasi dan memastikan nilai-nilai disiplin serta keunggulan benar-benar tertanam.
Bagi Indonesia, kehadiran program ini menjadi cermin bagaimana sebuah negara tetangga membangun ekosistem olahraga dari akar rumput. Meski Indonesia memiliki banyak talenta renang, dukungan berkelanjutan seperti ini masih langka. Beasiswa Schooling bisa menjadi inspirasi bagi federasi olahraga di tanah air untuk merancang program serupa, terutama dalam hal pendampingan mental dan finansial jangka panjang bagi atlet muda.
Schooling, yang kini berusia 31 tahun, menegaskan bahwa medali emasnya tidak lahir dari usaha sendiri. Dukungan orang tua, pelatih, dan banyak pihak lain adalah fondasi kesuksesannya. "Saya ingin melakukan bagian saya untuk mengenali dan memberi penghargaan kepada mereka yang memiliki mimpi yang sama dan berani mengejarnya," ujarnya. Ia berharap beasiswa ini menjadi pilar penyangga bagi para penerimanya, bukan sekadar bantuan finansial.
Presiden Singapore Aquatics, Kenneth Goh, menyebut program ini unik karena menggabungkan keterlibatan personal yang mendalam dengan komitmen dua tahun. "Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan berkelanjutan saat mereka berjuang meraih keunggulan olahraga dan pribadi," katanya. Ia optimistis perpaduan interaksi personal dan dukungan berkelanjutan ini akan menginspirasi generasi baru atlet akuatik Singapura.
Pendaftaran beasiswa akan dibuka mulai 1 September melalui situs resmi Singapore Aquatics. Setelah nominasi masuk, tim performa tinggi akan menyusun daftar pendek untuk diwawancarai komite seleksi. Para kandidat yang lolos akan bertemu Schooling sebelum keputusan akhir diumumkan. Penerima pertama dijadwalkan menerima penghargaan mereka sebelum akhir tahun ini.
Dengan skema yang menekankan pembinaan karakter dan keberlanjutan, akankah program ini menjadi katalis bagi lahirnya lebih banyak atlet kelas dunia dari Asia Tenggara? Atau justru memicu kompetisi sehat antarnegara dalam hal pembinaan atlet muda? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: investasi pada mimpi adalah langkah yang tidak pernah sia-sia.



