Newcastle Masuk Perburuan Frattesi, Inter Incar Dana untuk Curtis Jones
Baca dalam 60 detik
- Newcastle resmi bergabung dalam perburuan gelandang Inter Milan, Davide Frattesi, setelah gagal mendapatkan Aleksandar Stanković.
- Inter memanfaatkan situasi ini untuk mendanai pembelian Curtis Jones dari Liverpool, dengan Frattesi dihargai sekitar €25 juta.
- Lazio tertinggal dalam persaingan karena hanya mampu menawarkan skema pinjaman, sementara Frattesi terbuka untuk pengalaman perdana di Premier League.

Newcastle United dikabarkan telah memasuki persaingan untuk mendapatkan gelandang Inter Milan, Davide Frattesi. Langkah ini muncul setelah The Magpies gagal dalam upaya mendatangkan Aleksandar Stanković, yang membuat mereka beralih ke pemain internasional Italia tersebut.
Menurut laporan Tuttomercatoweb yang mengutip Corriere dello Sport, kepergian Frattesi dari Giuseppe Meazza kini dinilai semakin dekat setelah berbulan-bulan dilanda spekulasi. Newcastle, yang tengah mencari pengganti Bruno Guimarães yang hengkang, awalnya menanyakan ketersediaan Stanković. Namun, Inter dengan tegas menolak melepas pemain muda tersebut dan justru mengarahkan Newcastle ke Frattesi, yang nilainya diperkirakan mencapai €25 juta.
Bagi Inter, penjualan Frattesi menjadi kunci untuk mendanai upaya mereka yang sudah lama mengincar Curtis Jones dari Liverpool. Gelandang asal Inggris itu menjadi target utama pelatih Cristian Chivu, dan Inter perlu menciptakan ruang di skuad sebelum bisa merealisasikan transfer tersebut.
Di sisi lain, Lazio juga masih tertarik, namun posisi mereka jauh lebih lemah. Klub asal ibu kota tersebut hanya mampu menawarkan skema pinjaman, paling banter dengan kewajiban pembelian bersyarat dan persentase penjualan kembali yang besar. Struktur ini jelas membuat mereka kalah bersaing dengan klub yang mampu membayar langsung secara permanen.
Frattesi sendiri dikabarkan terbuka untuk menjalani pengalaman pertamanya di Premier League. Ketertarikan Newcastle bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain berusia 25 tahun itu, yang ingin mengembangkan kariernya di kompetisi paling kompetitif di dunia.
Sementara itu, Stanković dipastikan bertahan di Inter. Gelandang yang dibawa kembali dari Club Brugge melalui klausul pembelian kembali ini diincar banyak klub, namun Inter bertekad mempertahankannya. Pemain tersebut juga ingin bertahan dan memperebutkan tempat di San Siro.
Selain Frattesi, Inter juga berencana melepas Kristjan Asllani sebelum bursa transfer ditutup, serta meminjamkan Yanis Massolin. Langkah ini menunjukkan bahwa Inter sedang melakukan perombakan besar-besaran di lini tengah untuk mendatangkan pemain yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa saling berkompetisi untuk mendapatkan pemain berkualitas. Newcastle yang kini berada di bawah kepemilikan Arab Saudi, menunjukkan ambisi besarnya untuk bersaing di level tertinggi. Sementara Inter, yang tengah membangun kembali skuadnya, harus pandai mengatur keuangan agar bisa bersaing di Serie A dan Eropa.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Frattesi akan memilih bergabung dengan Newcastle yang menawarkan proyek ambisius, atau bertahan di Italia dengan Lazio yang hanya bisa meminjam. Keputusan ini akan menentukan arah kariernya dan juga berdampak pada strategi transfer Inter di sisa bursa.



