Springboks Panggil Kembali Deon Fourie untuk Hadapi All Blacks: Usia 39, Semangat Tak Luntur
Baca dalam 60 detik
- Deon Fourie, pemain serba bisa berusia 39 tahun, kembali masuk skuad Afrika Selatan untuk seri Rugby Championship melawan Selandia Baru.
- Penampilannya bersama Stormers pekan lalu menuai pujian, meski timnya kalah 21-38 dari All Blacks.
- Keputusan ini menegaskan kepercayaan pelatih pada pengalaman dan ketangguhan Fourie di lini depan.

Afrika Selatan kembali memanggil pemain veteran Deon Fourie untuk memperkuat skuad Springboks pada rangkaian pertandingan melawan Selandia Baru bulan ini. Keputusan ini diambil hampir tiga tahun setelah ia menjadi bagian penting dalam kemenangan dramatis 12-11 atas All Blacks pada final Piala Dunia Rugby 2023 di Paris.
Fourie, yang kini berusia 39 tahun, dikenal sebagai pemain serba bisa yang mampu menempati posisi hooker maupun gelandang longgar. Ia terakhir kali tampil di level internasional saat masuk sebagai pemain pengganti di final Piala Dunia tersebut, menggantikan Bongi Mbonambi yang cedera. Sejak itu, ia absen panjang karena cedera serius, namun pekan lalu ia kembali menunjukkan kelasnya bersama Stormers dalam laga persahabatan melawan Selandia Baru di Cape Town.
Meski Stormers harus mengakui keunggulan All Blacks dengan skor 21-38, penampilan Fourie menjadi sorotan. Pelatih Stormers, John Dobson, tidak menyembunyikan kekagumannya. "Penampilan luar biasa untuk seseorang yang baru pulih dari cedera parah. Usianya hampir 40 tahun, tapi ia mampu melakukan tiga tekel dalam 15 detik, dua di antaranya menyelamatkan percobaan lawan," ujarnya kepada wartawan.
Pemanggilan ini menegaskan filosofi pelatih Springboks, Rassie Erasmus, yang tidak ragu memberi tempat pada pemain senior yang masih menunjukkan konsistensi. Fourie diharapkan menjadi pemimpin di lapangan dan memberikan kedalaman skuad, terutama di posisi hooker yang menjadi perhatian setelah cedera Mbonambi.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil di level tertinggi. Rugby memang belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, tetapi antusiasme terhadap turnamen seperti Rugby Championship mulai tumbuh, terutama dengan semakin banyaknya siaran langsung pertandingan internasional.
Springboks akan menghadapi All Blacks dalam tiga pertandingan kandang yang dimulai pada 22 Agustus di Johannesburg, disusul laga di Baltimore, Amerika Serikat. Ini menjadi ujian nyata bagi Fourie untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di pentas dunia.
Dengan pengalaman hampir dua dekade di level profesional, Fourie membawa ketenangan dan kecerdasan bermain yang sulit digantikan. Pertanyaannya, akankah ia mampu menjaga performa sepanjang seri yang padat ini? Semua mata akan tertuju pada aksinya di lapangan.



