All Blacks Hancurkan Sharks 54-0: Peringatan Keras untuk Springboks
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru membuka tur Afrika Selatan dengan kemenangan telak 54-0 atas Sharks, mencetak delapan try tanpa balas.
- Penampilan impresif ini menjadi sinyal bagi Springboks menjelang empat pertandingan Test yang akan datang.
- Tur bersejarah ini, yang pertama dalam 30 tahun, menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad All Blacks.

DURBAN โ Selandia Baru memberikan peringatan keras kepada Afrika Selatan dengan melibas The Sharks 54-0 dalam laga kedua tur mereka di Durban, Selasa (11/8). Kemenangan telak ini bukan sekadar angka, melainkan pernyataan dominasi yang menegaskan kesiapan All Blacks menghadapi Springboks dalam rangkaian Test mendatang.
Setelah tampil pincang di laga pembuka melawan Stormers di Cape Town, di mana mereka hanya menang 38-21 berkat try di menit akhir, performa kali ini jauh lebih meyakinkan. Delapan try dicetak tanpa satu pun kebobolan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam koordinasi lini belakang dan ketajaman serangan. Winger Fehi Fineanganofo menjadi bintang dengan dua try, sementara enam lainnya disumbangkan oleh Damian McKenzie, Caleb Clarke, Jordie Barrett, Kyle Preston, Timoci Tavatavanawai, dan Sam Darry. Ruben Love sukses mengonversi tujuh dari delapan try tersebut.
Sharks, yang menurunkan skuad muda tanpa pemain internasional mereka, sempat memberikan perlawanan di awal laga. Namun, ketahanan mereka jebol pada menit ke-19 ketika Fineanganofo menerobos sisi pendek untuk membuka skor. McKenzie menambah satu try sebelum turun minum, meski ia harus ditarik keluar karena cedera. Meski lapangan becek akibat hujan yang baru reda beberapa menit sebelum kickoff, All Blacks tetap bermain cepat dan agresif.
Babak kedua menjadi pertunjukan satu arah. Clarke dan Fineanganofo kembali mencetak try dari umpan panjang di sudut lapangan, sementara Barrett dan Preston menembus pertahanan yang mulai kelelahan. Tavatavanawai menambah skor pada menit ke-70, dan Darry menutup pesta dengan try dramatis di menit ke-76. Pelatih Sharks bahkan memasukkan Ma'a Nonu, legenda All Blacks berusia 44 tahun yang baru bergabung sebagai mentor, untuk 20 menit terakhir. Nonu, yang pernah meraih 103 caps untuk Selandia Baru, memberikan momen emosional dengan merespons Haka sendirian, disambut sorak 14.759 penonton di King's Park. Meski usianya tak muda, Nonu masih mampu memberikan tekel-tekel keras kepada rekan senegaranya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi All Blacks yang akan menghadapi Bulls di Pretoria pada Sabtu mendatang, dalam rangkaian empat pertandingan melawan tim provinsi. Tur ini merupakan tur tradisional pertama mereka ke Afrika Selatan dalam 30 tahun terakhir. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan Springboks dalam empat Test, dimulai di Johannesburg pada 22 Agustus.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, dominasi All Blacks ini menegaskan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan utama dunia. Meski Springboks adalah juara bertahan Piala Dunia, performa impresif Selandia Baru di laga ini menunjukkan bahwa persaingan menuju kejuaraan berikutnya akan semakin sengit. Dengan skuad yang dalam dan strategi yang matang, All Blacks tampaknya siap memberikan perlawanan terbaik di kandang lawan.
Pertanyaan besarnya: mampukah Springboks memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk meredam agresivitas All Blacks? Atau justru kebangkitan ini akan menjadi awal dari era baru dominasi Selandia Baru? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



