Tur Pramusim Chelsea: Uji Taktik Alonso dan Momen Kebangkitan Mudryk
Baca dalam 60 detik
- Chelsea menempuh perjalanan 24.561 mil dalam 56 jam, lebih jauh dari klub Premier League lain, untuk membangun chemistry tim di bawah arahan Xabi Alonso.
- Pelatih asal Spanyol itu langsung menerapkan standar tinggi, termasuk lari 4 menit 30 detik per kilometer, sambil menguji formasi baru dan pemain muda.
- Kepulangan Mykhailo Mudryk setelah 20 bulan skorsing menjadi sorotan, dengan sambutan emosional dan kontribusi assist, menandai babak baru bagi The Blues.

Tur pramusim Chelsea musim panas ini bukan sekadar rangkaian uji coba, melainkan panggung bagi Xabi Alonso untuk membuktikan diri sebagai manajer baru. Dalam 56 jam penerbangan menempuh 24.561 mil, lebih jauh dari klub Premier League mana pun, The Blues mengarungi Sydney, Hong Kong, Jakarta, hingga Iskandar Puteri, Malaysia. Di balik kelelahan, Alonso justru menanamkan budaya tanpa alasanโia bahkan berlari dengan kecepatan 4 menit 30 detik per kilometer untuk mengusir jet lag, sebuah sinyal keras bagi para pemainnya.
Perjalanan yang hampir dua kali lipat dari tur Amerika Serikat musim lalu di bawah Enzo Maresca ini memang telah direncanakan jauh sebelum Alonso diangkat pada Mei. Namun, sang pelatih memanfaatkan momen ini untuk membangun kedekatan tim, baik di dalam maupun luar lapangan. Ia terlibat dalam pertandingan staf, menunjukkan kualitas passing-nya yang masih tajam, bahkan mencetak gol voli dari jarak 25 yard. Bek Levi Colwill mengaku "iri" melihat kemampuan Alonso dalam mengumpan, sementara gelandang Romeo Lavia menyebutnya sebagai "keistimewaan" bekerja dengan salah satu gelandang terbaik generasinya.
Di Sydney, Chelsea menghadapi Western Sydney Wanderers dan Tottenham Hotspur di depan 80.000 penonton. Hasil 6-4 dan 2-1 menunjukkan bahwa fondasi taktis masih dalam tahap awal. Namun, ada secercah harapan dari pemain muda seperti Mahdi Nicoll-Jazuli, kelahiran Sydney yang tampil menonjol di lini tengah. Sementara itu, para pemain senior seperti Cole Palmer dan Moises Caicedo mendapat perhatian khusus dari Alonso, yang menggelar sesi individual untuk memastikan kebugaran mereka setelah tugas internasional.
Peralihan ke Hong Kong membawa cerita berbeda. Kedatangan Mykhailo Mudryk, yang sebelumnya tidak direncanakan, menjadi sorotan. Pemain Ukraina itu mendapat sambutan heroik dari para penggemar, meski baru pulih dari skorsing 20 bulan akibat zat terlarang meldonium. Ia tampil sebagai pemain pengganti melawan Juventus dan memberikan assist dalam hasil imbang 3-3 melawan Johor Darul Ta'zim. Kehadirannya menambah kedalaman skuad, meski keputusan untuk memulihkannya tetap menjadi bahan perdebatan.
Di sisi taktik, Alonso mulai menunjukkan ciri khasnya. Kedatangan pelatih bola mati Austin MacPhee langsung memberikan dampakโdua gol dari tendangan sudut tercipta saat melawan AC Milan. Yang lebih menarik, Alonso mulai bereksperimen dengan formasi tiga bek, sistem yang membawanya meraih gelar Bundesliga bersama Bayer Leverkusen. Hasilnya, kemenangan 3-0 atas AC Milan menjadi penampilan terbaik pramusim, dengan Joao Pedro mencetak dua gol dan total enam gol dalam enam laga.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, tur ini memiliki resonansi tersendiri. Jakarta menjadi salah satu persinggahan, menunjukkan besarnya basis penggemar Chelsea di Asia Tenggara. Antusiasme serupa terlihat di Hong Kong, di mana para penggemar bahkan memesan kamar hotel yang sama untuk bertemu pemain. Ini menegaskan bahwa klub-klub Eropa semakin serius menjadikan Asia sebagai pasar utama, baik untuk komersial maupun pengembangan basis penggemar.
Alonso menegaskan bahwa dua minggu ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang membangun hubungan personal. "Kami belajar banyak, tidak hanya di sisi sepak bola, tetapi juga dalam mengenal satu sama lain," ujarnya. Dengan dua pekan tersisa sebelum menghadapi Real Sociedad di Stamford Bridge dan laga pembuka Premier League melawan Fulham, Chelsea masih punya pekerjaan rumah. Namun, jika tur ini adalah indikasi, Alonso sedang membangun sesuatu yang lebih dari sekadar timโia sedang membangun budaya.
Pertanyaan besarnya: akankah fondasi yang diletakkan di bawah terik matahari Asia ini cukup untuk membawa Chelsea kembali ke papan atas? Atau justru kelelahan tur akan menjadi bumerang di tengah musim yang padat? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Alonso tidak datang untuk sekadar berpartisipasi.



