Digne Kembali ke PSG: Bek Kiri Berpengalaman Jadi Amunisi Baru Jawara Eropa
Baca dalam 60 detik
- PSG mengaktifkan klausul rilis senilai ยฃ8,5 juta untuk memboyong Lucas Digne dari Aston Villa.
- Kepulangan Digne ke Parc des Princes menambah opsi di sektor kiri pertahanan, bersaing dengan Nuno Mendes.
- Kehadiran Digne diharapkan memperkuat skuad PSG yang tengah mengejar gelar Liga Champions ketiga beruntun.

Lucas Digne resmi kembali ke Paris Saint-Germain (PSG) setelah delapan tahun berkarier di Inggris. Bek kiri asal Prancis berusia 33 tahun itu ditebus dari Aston Villa dengan nilai transfer sekitar ยฃ8,5 juta, sesuai klausul rilis yang ada dalam kontraknya. Kepindahan ini menandai babak baru bagi Digne, yang sebelumnya pernah membela PSG pada awal kariernya sebelum menjelajah ke Barcelona dan kemudian Premier League.
Keputusan PSG untuk memboyong Digne bukan tanpa alasan. Klub asal ibu kota Prancis itu tengah berambisi mempertahankan supremasi di Eropa setelah dua kali beruntun mengangkat trofi Liga Champions, terakhir dengan mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di final 2026. Dengan jadwal padat di dalam dan luar negeri, kedalaman skuad menjadi krusial. Digne diharapkan menjadi pelapis sekaligus pesaing ketat bagi Nuno Mendes yang selama ini menjadi pilihan utama di pos bek kiri.
Digne bukan wajah asing di Parc des Princes. Pada periode pertamanya, ia mencatatkan 30 penampilan sebelum pindah ke Barcelona pada 2016. Kini, ia kembali dengan segudang pengalaman, termasuk gelar Liga Europa bersama Aston Villa musim laluโtrofi pertama klub Birmingham itu sejak 1996. Kehadirannya diharapkan membawa kematangan dan ketenangan di lini belakang, terutama dalam laga-laga besar.
Bagi Aston Villa, kepergian Digne merupakan pukulan ketiga di bursa transfer musim ini setelah Morgan Rogers dilepas ke Chelsea dan Youri Tielemans ke Manchester United. Meski demikian, Villa mendapat keuntungan finansial dari penjualan ini, yang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru. Sementara itu, Digne mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali ke klub yang membesarkan namanya. "Saya sangat terhormat bisa kembali ke Paris Saint-Germain setelah pengalaman indah di sini lebih dari sepuluh tahun lalu. Saya sangat terkesan dengan perkembangan klub ini," ujarnya.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Digne ke PSG menjadi sorotan karena klub tersebut memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Banyak penggemar PSG di Indonesia yang menantikan aksi Digne di Liga Champions, yang kerap menjadi tontonan favorit. Selain itu, transfer ini menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Eropa dalam memanfaatkan klausul rilis untuk memperkuat skuad, sebuah strategi yang juga mulai dilirik klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam membangun tim yang kompetitif.
Digne bergabung dengan skuad yang telah memiliki nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi. Meski usianya tak lagi muda, pengalaman Digne di pentas Eropa dan internasional menjadi aset berharga. Ia pernah merasakan atmosfer final Liga Champions dan tahu persis apa yang dibutuhkan untuk tampil di level tertinggi. Pelatih PSG, Luis Enrique, diprediksi akan memanfaatkan Digne baik sebagai starter maupun pemain pengganti, tergantung kebutuhan taktik.
Keputusan Digne meninggalkan Premier League juga menarik dicermati. Di usia 33 tahun, ia memilih kembali ke lingkungan yang familiar, di mana ia pernah merasakan kesuksesan. Ini bisa menjadi langkah cerdas untuk mengakhiri karier di level klub dengan gemilang. Namun, tantangan menanti: persaingan dengan Nuno Mendes yang masih muda dan progresif. Apakah Digne mampu merebut posisi utama? Atau ia akan menjadi rotasi andalan di kompetisi domestik dan Eropa?
Ke depan, kehadiran Digne akan diuji dalam laga-laga awal musim. PSG akan memulai kampanye Liga Champions dengan status favorit, dan semua mata akan tertuju pada performa lini belakang mereka. Bagi Digne, ini adalah kesempatan emas untuk menambah koleksi trofi, termasuk Liga Champions yang belum pernah ia raih. Pertanyaannya, mampukah ia menjadi bagian dari sejarah ketiga kalinya PSG mengangkat trofi paling prestisius di Eropa? Kita tunggu saja.



