Seamus Coleman Latihan Bareng Klub Gaelic, Karier Profesional Masih Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Mantan kapten Everton, Seamus Coleman, dikabarkan bergabung dengan klub Gaelic Killybegs, namun ia hanya menjaga kebugaran di sana.
- Coleman menolak tawaran kontrak kepelatihan dari Everton demi melanjutkan karier bermainnya, dengan target tampil di timnas Irlandia.
- Keputusan Coleman untuk tetap fokus pada sepak bola profesional menunjukkan bahwa masa depannya masih di lapangan hijau, bukan di lapangan Gaelic.

Seamus Coleman, bek kanan veteran asal Irlandia, memicu spekulasi di media sosial setelah dilaporkan berlatih bersama klub Gaelic football Killybegs. Namun, kapten timnas Republik Irlandia itu menegaskan bahwa langkah tersebut hanyalah bagian dari upaya menjaga kebugaran, bukan sinyal pensiun dari sepak bola profesional.
Pemain berusia 37 tahun itu resmi meninggalkan Everton pada akhir musim lalu setelah 17 tahun membela klub Merseyside tersebut. Selama berseragam The Toffees, Coleman mencatatkan 433 penampilan dan menjadi salah satu pemain ikonik di era Premier League. Meski telah berstatus bebas transfer, ia tetap tampil dalam laga uji coba internasional Irlandia pada Juni lalu, menunjukkan bahwa ambisinya untuk terus bermain belum padam.
Kabar tentang Coleman yang berlatih dengan Killybegs mencuat setelah Donegal Senior Football Championship dimulai akhir pekan lalu. Dalam laga pembuka, Killybegs menelan kekalahan 0-15-0-10 dari Four Masters, tanpa kehadiran Coleman di lapangan. Namun, kehadirannya di sesi latihan memicu pertanyaan: apakah ini awal dari kembalinya ia ke olahraga masa kecilnya?
Coleman sendiri pernah mengisyaratkan bahwa suatu saat ia bisa kembali bermain Gaelic football, tetapi ia menegaskan bahwa selama karier profesionalnya masih berjalan, prioritas utamanya tetap sepak bola. "Saya berbicara dengan manajer [Heimir Hallgrimsson] dan dia bilang jika saya bisa bugar dan tampil baik, dia ingin saya tetap di tim," ujar Coleman. "Begitu ada peluang untuk membela Irlandia, itu menjadi faktor besar dalam keputusan saya."
Keputusan Coleman untuk menolak tawaran kontrak kepelatihan dari Everton pada Mei lalu menjadi bukti tekadnya untuk terus bermain. Ia lebih memilih mencari klub baru daripada beralih ke peran non-pemain. Dengan musim baru Liga Inggris yang tinggal menghitung minggu, Coleman masih belum menemukan pelabuhan baru, tetapi ia memanfaatkan waktu dengan berlatih di kampung halamannya.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Coleman ini menunjukkan profesionalisme yang tinggi. Ia tidak ingin kehilangan ritme permainan meski sedang tanpa klub. Di usianya yang tidak muda lagi, menjaga kebugaran adalah kunci untuk mendapatkan kontrak baru, baik di Inggris maupun liga lain.
Di Indonesia, fenomena pemain senior yang berlatih dengan klub amatir untuk menjaga kondisi juga kerap terjadi, terutama saat masa transisi antar musim. Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi seorang atlet tidak hanya diukur dari penampilan di lapangan, tetapi juga dari cara mereka mempersiapkan diri di luar sorotan.
Coleman sendiri lahir dan besar di Killybegs, sebuah desa nelayan di barat laut Irlandia. Sebelum memilih sepak bola profesional, ia sempat menjadi pemain Gaelic football berbakat dan bahkan dipilih mewakili Donegal di level junior. Keputusan untuk fokus ke sepak bola membawanya ke Sligo Rovers pada 2009 sebelum direkrut Everton dengan biaya transfer yang tergolong murah, sekitar ยฃ60 ribu, yang kemudian menjadi salah satu pembelian terbaik dalam sejarah klub.
Kini, dengan status bebas transfer, Coleman menghadapi persimpangan karier. Apakah ia akan segera mendapatkan klub baru, atau justru mempertimbangkan pensiun dan kembali ke akar Gaelic football-nya? Pertanyaan ini masih menggantung, tetapi satu hal yang pasti: kecintaannya pada sepak bola profesional masih menyala, dan ia bertekad untuk menutup kariernya dengan cara yang bermartabat.



