Mario Aji Kembali Gagal Raih Poin di Moto2 Inggris: Posisi 22, Tertinggal 21 Detik dari Pemenang
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji finis ke-22 di Moto2 GP Inggris 2026, tanpa tambahan poin, setelah start dari posisi ke-18.
- Balapan di Silverstone dimenangkan Filip Salac (Ceko) dengan keunggulan tipis 0,303 detik atas Ivan Ortola, sementara Alex Escrig melengkapi podium.
- Hasil ini menyoroti tantangan konsistensi Mario Aji di kelas menengah, dengan fokus pada pengembangan ritme balapan untuk seri berikutnya.

Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji harus puas menempati posisi ke-22 pada Moto2 Grand Prix Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu. Dengan selisih waktu 21,323 detik dari pemenang Filip Salac, hasil ini memastikan Mario tidak membawa pulang poin tambahan ke klasemen musim ini.
Start dari grid ke-18, pebalap Idemitsu Honda Team Asia itu sempat menunjukkan perlawanan di lap-lap awal. Ia bahkan sempat merangsek ke posisi 17 setelah menyalip Senna Agius, memanfaatkan insiden yang melibatkan beberapa pebalap lain. Namun, ritme balapan yang kurang konsisten membuatnya terlempar ke belakang saat balapan memasuki pertengahan.
Ketika balapan menyisakan empat lap, Mario sudah berada di urutan ke-22, menjadi pebalap terakhir di antara yang masih bertahan. Meski berusaha mempertahankan posisi hingga garis finis, ia gagal memperbaiki catatan waktunya. Ini menjadi catatan tersendiri bagi pebalap asal Magetan tersebut, yang masih mencari konsistensi di kelas Moto2 setelah promosi dari Moto3.
Di barisan depan, persaingan sengit mewarnai perebutan podium. Filip Salac dari Ceko berhasil mengunci kemenangan setelah mengatasi tekanan Ivan Ortola dengan keunggulan tipis 0,303 detik. Alex Escrig melengkapi podium ketiga, hanya 0,652 detik di belakang Salac. Sementara itu, Daniel Holgado dan Izan Guevara melengkapi posisi lima besar, menunjukkan dominasi pebalap Spanyol di klasemen akhir.
Bagi penggemar balap Indonesia, hasil ini kembali menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Mario Aji di kancah internasional. Meski beberapa kali menunjukkan kilatan kecepatan, konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama. Analis balap menilai bahwa adaptasi terhadap motor Moto2 yang lebih bertenaga membutuhkan waktu, dan setiap seri menjadi ajang pembelajaran berharga.
โMario masih muda dan punya potensi. Yang dia butuhkan adalah pengalaman balapan yang lebih banyak dan kemampuan menjaga ritme sepanjang lomba,โ ujar seorang pengamat balap yang enggan disebutkan namanya. โPosisi start yang lebih baik akan membantunya, tapi itu harus didukung dengan kualifikasi yang konsisten.โ
Ke depan, Mario dijadwalkan kembali turun pada seri berikutnya di Sirkuit Assen, Belanda. Pertanyaannya, mampukah ia memperbaiki performa dan bersaing di posisi yang lebih kompetitif? Dengan dukungan tim dan kerja keras, kans untuk meraih poin perdana musim ini masih terbuka lebar.



