Manchester United Incar Gelandang Muda Leicester, Louis Page: Persaingan dengan Arsenal dan Aston Villa
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan tengah bernegosiasi untuk memboyong gelandang berusia 18 tahun milik Leicester City, Louis Page.
- Page, yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik EFL musim lalu, juga menjadi target serius Arsenal dan Aston Villa.
- Kepergian Page berpotensi memperpanjang tren hengkangnya talenta muda Leicester setelah Jeremy Monga bergabung dengan Manchester City.

Manchester United dikabarkan sedang menjajaki kesepakatan untuk merekrut gelandang muda berbakat Leicester City, Louis Page. Pemain berusia 18 tahun itu menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di luar kasta tertinggi Liga Inggris, dan langkah Setan Merah untuk mengamankan jasanya menjadi sinyal ambisi klub dalam membangun skuad jangka panjang.
Page, yang juga memperkuat Timnas Inggris U-20, telah mencatatkan 21 penampilan senior bersama Leicester, termasuk lima kali menjadi starter musim lalu saat timnya terdegradasi dari Championship. Penampilan teranyarnya terjadi di ajang Carabao Cup akhir pekan lalu, ketika Leicester menaklukkan Northampton. Performa konsistennya di usia muda membuatnya dilirik banyak klub papan atas, tidak hanya Manchester United.
Menurut sumber internal, pembicaraan antara Manchester United dan Leicester masih berlangsung. Namun, kabar ini juga diiringi minat besar dari Arsenal dan Aston Villa yang disebut-sebut siap bersaing. Ketertarikan ketiga klub besar ini menegaskan kualitas Page yang dinilai sebagai salah satu gelandang muda terbaik di Inggris saat ini.
Kepergian Page nantinya akan menjadi pukulan bagi Leicester yang baru saja terdegradasi ke League One. Sebelumnya, klub juga kehilangan penyerang muda Jeremy Monga yang bergabung dengan Manchester City. Fenomena ini menunjukkan bahwa klub-klub kasta bawah kerap kesulitan mempertahankan talenta terbaiknya saat dirayu klub-klub besar dengan daya tarik kompetisi Eropa dan finansial yang lebih menggiurkan.
Bagi Manchester United, langkah ini sejalan dengan strategi rekrutmen yang mulai fokus pada pemain muda berbakat. Setelah beberapa musim terakhir kerap dikritik karena belanja pemain mahal yang tidak sepadan, pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan. Namun, persaingan dengan Arsenal dan Aston Villa, yang juga dikenal getol merekrut pemain muda, akan menjadi ujian bagi daya tarik United di mata Page.
Leicester pernah menyebut Page sebagai "salah satu talenta tercerah di sistem kami" saat ia menandatangani kontrak profesional pada September 2025.
Di sisi lain, ketertarikan klub-klub Inggris pada pemain muda seperti Page juga berdampak pada pasar transfer global, termasuk Indonesia. Para pengamat sepak bola di Tanah Air kerap menjadikan perkembangan pemain muda Eropa sebagai tolok ukur pembinaan usia dini. Keberhasilan United atau klub lain dalam merekrut Page akan menjadi contoh bagaimana klub besar membangun fondasi jangka panjang, sesuatu yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius mengembangkan akademi.
Jika kesepakatan terwujud, Page akan menjadi tambahan berharga bagi lini tengah United yang tengah dalam masa transisi. Namun, apakah ia akan langsung ditempatkan di tim utama atau dipinjamkan untuk menit bermain reguler? Keputusan ini akan menentukan perkembangan kariernya. Sementara itu, Leicester pasti akan berusaha memaksimalkan nilai transfer untuk dana reinvestasi skuad mereka di League One.
Pertanyaan besarnya, mampukah Manchester United memenangkan perburuan ini di tengah gempuran Arsenal dan Aston Villa? Atau justru Page akan memilih proyek yang lebih menjanjikan dari pesaing? Jawabannya akan segera terungkap dalam beberapa pekan mendatang.



