Carrick Tenangkan Kekhawatiran soal Mount: Cedera Ringan, Langkah Antisipatif
Baca dalam 60 detik
- Mason Mount ditarik keluar pada menit ke-20 laga kontra PSG karena cedera kaki, namun Manajer Manchester United, Michael Carrick, memastikan hal itu murni tindakan pencegahan.
- Keputusan menarik Mount lebih awal mencerminkan strategi manajemen risiko klub di pramusim, mengingat sang gelandang memiliki riwayat cedera sejak pindah dari Chelsea.
- United akan memulai musim Premier League melawan Hull City pada 22 Agustus, dengan fokus menjaga kebugaran pemain kunci demi start yang solid.

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memilih bersikap tenang dan menepis kekhawatiran publik terkait cedera yang dialami Mason Mount saat laga uji coba melawan Paris Saint-Germain (PSG), Sabtu (9/8). Gelandang asal Inggris itu harus ditarik keluar pada menit ke-20 di Gothenburg setelah berbenturan dengan pemain lawan, memunculkan spekulasi tentang kesiapannya menyambut musim baru.
Mount, yang berusia 27 tahun, tampak mengalami masalah pada kaki kirinya pasca duel di lapangan tengah. Ia langsung digantikan oleh Tyler Fletcher. Meski demikian, Carrick menegaskan bahwa keputusan tersebut murni langkah antisipatif, bukan indikasi cedera serius. "Dia kena tendangan. Kami hanya ingin berhati-hati dan menjaganya. Sejauh ini kami beruntung dengan cedera, jadi kami ingin ekstra waspada," ujar Carrick kepada awak media, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kehati-hatian ini bukan tanpa alasan. Sejak bergabung dari Chelsea pada 2023, Mount memang kerap diganggu cedera yang membuatnya tampil tidak konsisten. Musim lalu, ia hanya tampil dalam 22 pertandingan liga, jauh dari ekspektasi sebagai rekrutan mahal. Manajemen United tampaknya tidak mau mengambil risiko dengan memaksakan pemain kunci tampil di laga pramusim yang hasilnya tidak terlalu krusial.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 itu, United sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Ibrahim Mbaye pada menit kedua. Namun, Bryan Mbeumo berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Carrick mengaku puas dengan penampilan timnya, terutama dalam hal kemampuan memecahkan masalah di lapangan. "Anak-anak harus belajar mencari solusi sendiri. Kami tidak selalu ingin memberikan jawaban. Ini mempersiapkan mereka untuk musim yang sesungguhnya," jelas pelatih berusia 45 tahun itu.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa pramusim bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan juga uji ketahanan fisik pemain. Klub-klub Eropa kini semakin menerapkan pendekatan ilmiah dalam manajemen kebugaran, terutama untuk pemain yang memiliki riwayat cedera. Hal ini relevan dengan perkembangan sepak bola nasional yang mulai mengadopsi metode serupa, meski dengan skala yang berbeda.
Langkah Carrick yang memilih menarik Mount lebih awal juga menunjukkan pergeseran filosofi di tubuh Manchester United. Sebelumnya, klub sering dikritik karena memaksakan pemain bintang tampil meski belum pulih total, yang berujung pada cedera berkepanjangan. Kini, dengan pendekatan yang lebih konservatif, United berharap dapat menjaga kebugaran skuad sepanjang musim yang padat.
Setelah laga melawan PSG, United masih akan menjalani uji coba melawan Leeds United dan AC Milan sebelum membuka Premier League melawan Hull City pada 22 Agustus. Pertanyaan besarnya, apakah Mount akan diturunkan dalam laga-laga tersebut atau diistirahatkan total demi memastikan kebugarannya? Keputusan ini akan menjadi indikator sejauh mana United berani mengambil risiko di awal musim.



