Robert Pattinson Sebut The Batman Part II Sebagai 'Left Turn' yang Ambisius, Rilis 2028
Baca dalam 60 detik
- Robert Pattinson mengungkapkan bahwa sekuel The Batman akan mengambil arah yang sangat berbeda dari film pertama, menyebutnya sebagai 'left turn' yang ambisius.
- Aktor tersebut mengaku kesulitan menjalani adegan laga karena faktor usia, namun tetap antusias dengan proyek yang ia gambarkan sebagai maraton.
- Warner Bros. menunda perilisan The Batman Part II hingga 18 Februari 2028, menjadikannya salah satu jeda terpanjang dalam waralaba superhero modern.

Aktor Robert Pattinson memberikan bocoran mengenai sekuel The Batman yang sangat dinantikan. Ia menyebut bahwa The Batman Part II akan menjadi sebuah "left turn" atau belokan tajam dari film pertamanya, dengan pendekatan yang benar-benar berbeda dan ambisi besar.
Pattinson, yang pertama kali memerankan Bruce Wayne pada 2022, mengungkapkan bahwa film lanjutan ini tidak sekadar melanjutkan formula yang sudah ada. Dalam wawancaranya dengan Collider, ia menjelaskan bahwa jika film pertama adalah tafsiran baru atas genre film Batman, maka sekuelnya akan menawarkan tafsiran baru lagi. "Ini benar-benar belokan kiri dari yang pertama, tapi tetap mempertahankan elemen rasa yang sama. Rasanya sangat ambisius, dan saya antusias melihat hasilnya," ujarnya.
Meski antusias, Pattinson mengakui bahwa proses syuting adegan aksi kini terasa lebih berat dibanding beberapa tahun lalu. Dalam wawancara dengan GQ India, ia mengaku sedang berada di London hingga akhir tahun untuk menggarap sekuel tersebut. "Saya benar-benar merasakan usia saat harus banyak bertarung. Rasanya seperti, 'Ya Tuhan, ini jauh lebih sulit dari sebelumnya.' Tapi tetap menyenangkan. Filmnya akan bagus, para pemainnya sangat menghibur, tapi ini seperti maraton," tuturnya.
Penundaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Warner Bros. telah beberapa kali menggeser jadwal rilis, dari Oktober 2026 menjadi Oktober 2027, dan terakhir ke Februari 2028. Sutradara Matt Reeves mengumumkan tanggal baru tersebut bersamaan dengan cuplikan tes kamera pertama yang memperlihatkan Pattinson kembali sebagai Batman. Meski demikian, Reeves tetap berkomitmen menyelesaikan proyek ini, dan penundaan terakhir dimaksudkan untuk memberi waktu tambahan pada tahap pascaproduksi.
Keputusan penundaan sempat menuai pertanyaan, namun James Gunn, salah satu pimpinan DC Studios, membela jeda panjang tersebut. Melalui unggahan di Threads, ia mencontohkan bahwa jarak antarsekuel yang lama adalah hal umum. Ia menyebut jeda 7 tahun antara Alien dan Aliens, 14 tahun untuk Incredibles, 7 tahun untuk dua Terminator pertama, 13 tahun untuk Avatar, 36 tahun untuk Top Gun, dan 6 tahun antara Guardians of the Galaxy Vol. 2 dan Vol. 3. "Jeda 5 tahun atau lebih cukup umum dalam sekuel," tulisnya.
Bagi industri film global, khususnya pasar Indonesia, penundaan ini bisa memengaruhi strategi distribusi dan ekspektasi penonton. Batman adalah salah satu properti intelektual paling dikenal di Indonesia, dengan basis penggemar yang besar. Penundaan hingga 2028 berarti bioskop-bioskop tanah air harus menyesuaikan jadwal tayang dan mungkin mengalihkan fokus ke judul-judul lain. Namun, antusiasme tetap tinggi mengingat nama besar Pattinson dan Reeves. Selain itu, keterlibatan aktor-aktor papan atas seperti Scarlett Johansson dan Sebastian Stan dapat menarik minat penonton yang lebih luas.
"Ini benar-benar belokan kiri dari yang pertama, tapi tetap mempertahankan elemen rasa yang sama. Rasanya sangat ambisius, dan saya antusias melihat hasilnya." - Robert Pattinson
Dengan jadwal rilis yang masih jauh, pertanyaan yang tersisa adalah apakah pendekatan baru ini akan berhasil memikat penonton setia maupun pendatang baru. Apakah The Batman Part II akan membuktikan bahwa jeda panjang sepadan dengan hasilnya, atau justru sebaliknya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: ekspektasi sudah terbangun tinggi.



